21 November 2019

Banjir Bandang di Sungai Pagi dan KPGD, Lebih 1000 Rumah Terendam Air dan Fasilitas Publik Rusak Parah


SOLSEL, (GemaMedianet.com— Setelah menerjang Nagari Galapuang Tanjung Sani Kabupaten Agam, Banjir Bandang kembali menerjang tiga kecamatan di Kabupaten Solok Selatan (Solsel), Sumatera Barat. Lebih dari 1000 rumah terendam air hingga ketinggian hampir satu meter. Kondisi itu dipicu hujan yang mengguyur deras selama Rabu (20/11/2019) malam hingga pagi.

Akibatnya, sebanyak 7 nagari di 2 kecamatan di wilayah ini dilanda banjir. Sebanyak 924 rumah terendam, dan 2.959 jiwa terdampak. 

Dua kecamatan yang diterjang Banjir Bandang tersebut, yakni Sungai Pagu dan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD). Di wilayah ini Tujuh nagari diterjang banjir, yakni Nagari Pasar Muaralabuh, Pasirtalang Selatan dan Pulakek di Sungai Pagu,  sedangkan Nagari Pakan Rabaa, Pakan Rabaa Timur, Pakan Rabaa Utara termasuk Nagari Persiapan Batang Lolo di KPGD.

Sekretaris Daerah Solsel, Yulian Efi, paginya langsung melakukan peninjauan lapangan ke beberapa titik banjir yang terjadi di 2 kecamatan tersebut.

Menurutnya, disamping ratusan rumah yang terendam, juga terdapat fasilitas publik yang terdampak banjir tersebut.

"Ada 2 jembatan yang mengalami kerusakan cukup parah, yakni Jembatan Panduang dan Sungai Pangkua. Keduanya berada di Kec. KPGD," ujarnya. 

Selain kerusakan pada dua jembatan tersebut, menurutnya juga terdapat Fasilitas umum lain yang terdampak, yakni 4 unit sekolah, 3 Masjid dan 1 kantor.

Menurut Sekda, pihak-pihak terkait, baik pihak BPBD, Damkar, para relawan, serta unsur lainnya sampai saat ini masih membantu pembersihan lokasi di lapangan, khususnya yang terkait dengan fasilitas umum, seperti sekolah, masjid, dan lainnya. 

Ia juga menghimbau kepada warga, terutama yang berada di pinggiran sungai, atau daerah-daerah yang rawan lokasi bencana banjir, longsor, dan sebagainya, agar lebih berhati-hati di musim penghujan seperti ini. 

Dari informasi yang didapatkan, pemukiman warga tersebut dibanjiri luapan Sungai Batang Bangko dan Ulu Suliti. Debit air mulai naik dan merendam ratusan rumah warga dari pukul 09.30, Rabu malam. Puncak ketinggian air terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.15, dengan debit mencapai hampir dua meter dalam rumah warga.

Kepala pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solsel, Richi Amran mengatakan, sebanyak 2.959 jiwa yang terangkum dalam 631 kepala keluarga terdampak bencana. Bahkan katanya, 320 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah karib kerabatnya.

Namun begitu, kondisi saat ini sudah normal kembali. Warga sudah kembali ke kediamannya masing-masing untuk membersihkan material banjir.

"Tenaga Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) di BPBD dan kawan-kawan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), dan unsur lainnya juga sudah turun membantu," sebut Kalaksa.(Humas)

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Florikultura Indonesia 2019 dan Pedatani

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER