28 March 2026

Padang Menuju Era Baru Pengelolaan Sampah: Proyek PLTSa Air Dingin Jadi Prioritas Presiden, Investasi 100% Danantara



PADANG (GemaMedianet.com) | Pemerintah Kota Padang melakukan lompatan besar dalam mengatasi krisis lahan sampah. Wali Kota Padang, Fadly Amran, mematangkan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang diproyeksikan menjadi pusat pengolahan sampah regional. 

Proyek strategis ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan masuk dalam daftar prioritas nasional.

Dalam pertemuan dengan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharrullah, Jumat (27/3/2026), Fadly mengungkapkan bahwa volume sampah Padang yang mencapai 800 ton per hari memerlukan solusi radikal di luar metode konvensional sanitary landfill.

Solusi Regional dan Pembebasan Lahan

PLTSa Air Dingin didesain untuk mengolah 450 hingga 500 ton sampah per hari. Kapasitas besar ini dipersiapkan tidak hanya untuk sampah Kota Padang, tetapi juga menampung kiriman dari daerah tetangga seperti Bukittinggi, Padang Panjang, Pariaman, dan Solok.

"Lahan seluas belasan hektar di kawasan Air Dingin saat ini tengah dalam proses pembebasan untuk menjadi lokasi fasilitas pengolahan modern ini," jelas Fadly Amran.

Skema Investasi "Danantara" dan Minat Sektor Swasta

Berbeda dengan proyek infrastruktur biasanya, PLTSa Padang akan menggunakan pola pendanaan baru. Direktur Perlindungan Pengolahan Mutu Air KLH, Tulus Laksono, menyebutkan investasi direncanakan mencapai 100% bersumber dari Danantara (lembaga pengelola investasi nasional).

"Harapan KLHK adalah semua TPA beralih menjadi pengelolaan yang memiliki nilai ekonomi. Sampah menjadi energi adalah solusi paling ideal saat lahan semakin terbatas," ungkap Tulus.

Menariknya, raksasa energi Medco juga menyatakan ketertarikan serius untuk ikut berinvestasi, mengingat rekam jejak mereka dalam pengembangan panas bumi di Sumatera Barat.

Dua Teknologi Berjalan Beriringan

Berdasarkan kajian kelayakan (feasibility study), Pemko Padang akan mengombinasikan dua teknologi utama, antara lain RDF (Refuse Derived Fuel) yaitu mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif, dan PLTSa yakni mengonversi panas dari pembakaran sampah menjadi energi listrik.

Kedua teknologi ini bersifat komplementer untuk memastikan seluruh volume sampah harian habis terolah tanpa sisa.

Target Peringkat Kota Bersih Nasional

Saat ini, Kota Padang sudah menduduki peringkat ke-8 nasional dalam kategori "Menuju Kota Bersih". Dengan hadirnya PLTSa, Pemko Padang optimistis peringkat tersebut akan melonjak masuk ke jajaran 3 besar nasional, sekaligus menjamin keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang. (kmf/rsd)

#Editor: Marzuki RH 

0 comments:

Post a Comment


SOLOK SELATAN

PRAKIRAAN CUACA

eqmap

KHAZANAH

POLDA SUMBAR

iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Iklan

Iklan

Terkini

Iklan

FACEBOOK - TWEETER

Iklan

BUMN

Iklan

Iklan

REMAJA DAN PRESTASI

iklan

Blog Archive