25 February 2021

Batik Lumpo Bukan Pemasok Hand Sanitizer di BPBD Sumbar


PADANG (GemaMedianet.com) – Founder Batik Lumpo, Novia Hertini menyatakan bahwa 
Batik Lumpo tidak pernah ikut pengadaan, dan bukan pemasok Hand Sanitizer di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) untuk penanggulangan darurat bencana COVID-19 Tahun 2020.

Novia Hertini merasa perlu meluruskan pemberitaan beredar yang terkesan menyeret nama Batik Lumpo dalam dugaan Kasus Pengadaan Hand Sanitizer BPBD Sumbar yang saat ini viral.

"Saya cukup sedih dengan pemberitaan yang beredar, karena tak sesuai fakta dengan menyeret nama Batik Lumpo dalam dugaan Kasus Hand Sanitizer di BPBD Sumbar," kata Novia Hertini, Founder Batik Tanah Lumpo didampingi Sudiwahono Penasehat Batik Lumpo dalam konferensi pers, Rabu (24/2/2021) malam

Menurut wanita peraih Anugerah Upakarti Tahun 2020 dari Presiden Joko Widodo ini, Batik Lumpo sedikit pun dan sama sekali tak pernah bersentuhan dengan yang namanya Pengadaan Hand Sanitizer apalagi berurusan dengan BPBD Sumbar. Namun entah kenapa, tiba-tiba namanya muncul dalam pemberitaan di sejumlah media online.

Yang membuat Novia sangat kecewa, sumber berita media online itu pun justeru dari oknum lembaga resmi, yakni Anggota Panitia Khusus (Pansus) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI DPRD Sumbar yang menangani persoalan tersebut dan BPBD Sumbar sendiri.

“Bak petir di siang bolong, saat saya dapat kabar dari teman-teman wartawan, nama saya Novia Hertini diberitakan dan katanya merujuk pada LHP BPK RI dalam Pengadaan Hand Sanitizer pada kegiatan penanganan darurat bencana COVID-19,” tutur Novia.

Pendiri Asosiasi Pengusaha Perancang Mode (APPMI) Sumbar ini, mengungkapkan hal itu dengan mata berkaca-kaca. Kesedihan mendalam atas munculnya nama Batik Lumpo sangat jelas tergurat dari raut wajahnya, meski mulut dan hidungnya ditutupi masker.

Pemberitaan itu jelas menyentak batin wanita yang mengawali karirnya di bidang fashion, sekaligus bergerak dalam pembinaan UMKM serta pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga dalam memproduksi Tenun Batik Lumpo.

"Saya jadinya kurang nyaman dengan pemberitaan yang jelas berpotensi mencemarkan nama baiknya sebagai pengusaha Batik Lumpo yang meraih anugerah Upakarti dari Presiden RI," ujar Novia Hertini yang juga Owner CV Novia ini.

Meski demikian, ternyata Novia lebih memilih memaafkan pihak-pihak yang berkaitan dengan pemberitaan tersebut, atau pihak-pihak yang menyebut-nyebut nama Batik Lumpo terlibat dalam kasus pengadaan hand sanitizer yang kini tengah ditangani oleh Pansus DPRD Sumbar.

“Sedikitpun saya tak berniat untuk membalas, atau menempuh jalur hukum karena berpotensi telah mencemarkan nama baik Batik Lumpo. Saya lebih memilih meluruskannya, dan mendoakan semoga pihak-pihak yang menyebut nama Batik Lumpo sebagai pihak yang turut terlibat dalam pengadaan hand sanitizer itu, selalu dalam lindungan dan mendapat safaat dari Allah,” ucap Novia, desainer yang konsisten mengembangkan Batik Lumpo, tenun khas Pesisir Selatan ini. (mr)

#Editor : Uki Ratlon 

0 komentar:

Post a Comment

Advertisement

loading...


eqmap

POLDA SUMBAR

SUMATERA UTARA

KOMUNITAS

HUMANITY

KULINER

PARIWISATA

MANCANEGARA

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

IKLAN

IKLAN

Terkini

Ekonomi Bisnis

HISTORIA

FACEBOOK - TWEETER

IKLAN

INFO GEMPA

IKLAN

Artikel

KARIR