25 January 2021

Ditreskrimsus Polda Sumbar Tangkap "ZK" Diduga Pelaku Perdagangan Puluhan Satwa Dilindungi


PADANG (GemaMedianet.com)  Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) berhasil menyelamatkan sejumlah satwa yang dilindungi dari upaya dugaan memperniagakannya dalam keadaan hidup dan mati.

Kali ini sebanyak 36 ekor satwa yang dilindungi berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup, dan telah dititip di BKSDA Sumbar. Sedangkan 4,7 Kg berupa Sisik Trengggiling masih dalam pengawasan Penyidik Ditreskrimsus Polda Sumbar.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto, S.Ik mengatakan, barang bukti 36 ekor satwa dilindungi yang terdiri dari dua ekor satwa jenis OWA UNGKO (Hylobates Agilis), 32 ekor satwa jenis CUCAK HIJAU (Chloropsis  Sonnerati), satu ekor CUCAK RANTING, dan satu ekor KINOY itu berhasil disita dari tangan tersangka ZK (47) pada hari Minggu tanggal 24 Januari 2021 sekira pukul 14.30 WIB. 

"Kesemua barang bukti dalam keadaan hidup, dan telah dititip di BKSDA Sumbar," terang Kabid Humas didampingi Dirreskrimsus Kombes Pol Joko Sadono beserta staf Subdit IV Ditreskrimsus dalam konferensi pers di Mapolda Sumbar, Senin (25/1/2021).

Dirreskrimsus Polda Sumbar Kombes Pol Joko Sadono di kesempatan yang sama menambahkan, ke-36 barang bukti tersebut ditemukan langsung oleh petugas Ditreskrimsus Polda Sumbar dari Rumah Pelaku “ZK" Jalan Teuku Umar Nomor 16 Jorong Taratak Galundi Kenagarian Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. 

Penangkapan terhadap tersangka ZK, sebutnya, karena ZK yang merupakan karyawan BUMD dan pemilik toko burung ini melakukan kegiatan menyimpan, memiliki dan meperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup, dan menyimpan, memiliki dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati.

"Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, tersangka ZK diduga merupakan pelaku utama pengumpul satwa dilindungi untuk kemudian menjualnya kembali ke Pulau Jawa, bahkan ke luar negeri," ujarnya.

Akibat perbuatannya tersangka ZK disangkakan Pasal 40 ayat (2) Juncto Pasal 21 ayat (2) huruf a dan b Undang Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun, dan denda paling banyak Rp.100 Juta.

"Pasal 40 ayat (2) menyebutkan, Barangsiapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagamana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 33 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) Tahun, dan denda paling banyak Rp.100.000.000,00 (seratus juta rupiah). Sedangkan Pasal 21 ayat (2) huruf a dan b menyatakan, Setiap orang dilarang untuk (a). Menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki memelihara, mengangkut, dan memperniagakan Satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup. (b). Menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati," pungkasnya.

Sementara Dansatgas BKSDA Sumbar Joni Akbar menyebutkan, OWA UNGKO merupakan salah satu spesies satwa primata Indonesia yang saat ini terancam punah.

"Perlindungan terhadap OWA UNGKO  diatur dalam Undang Undang Nomor 5 Tahun 1990 dan PermenLHK No.P106 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P.20/MENLHK/ SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa dilindungi," tukasnya.

(UK1

0 komentar:

Post a Comment

Advertisement

loading...


eqmap

Nusantara

Sumatera Utara

Iklan

Komunitas

Hiburan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Terkini

BN

BN

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER

INFO GEMPA

Artikel

KARIR