02 October 2020

Mario Syah Johan : HJP Sumbar ke 75 Mesti Jadi Momentum Pemulihan Ekonomi Ratusan Ribu UMKM


PADANG, (GemaMedianet.com— Hari Jadi Provinsi Sumatera Barat yang kembali diperingati tahun ini diharapkan menjadi momentum dalam program recovery economi (pemulihan ekonomi) di tengah suasana pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung.

Terlebih lagi, mengacu kepada Instruksi Mendagri Nomor 5 Tahun 2020, maka prioritas anggaran pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah untuk penanganan Covid-19 baik untuk penanganan sektor kesehatan maupun recovery economi yang terdampak.

"Oleh karena itu selain penanganan di sektor kesehatan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, maka program recovery economi menjadi prioritas dalam Perubahan APBD Provinsi Sumatera Barat tahun 2020," ungkap Anggota DPRD Sumbar, Mario Syahjohan kepada GemaMedianet.com di sela-sela rapat paripurna istimewa DPRD dalam rangka peringatan HJP Sumbar ke 75, Kamis (1/10/2020).

Dikatakannya, program recovery economi dalam Perubahan APBD tersebut dimaksudkan untuk mendorong bergeraknya kembali roda perekonomian daerah akibat terdampak Covid-19 dengan mengalokasikan anggaran yang mencukupi.

Di momen ini, sebut Mario, DPRD bekerjasama dengan gubernur sejak awal pembahasan untuk mengalokasikan anggaran recovery economi dalam Perubahan APBD-P yang ditandai dengan banyaknya program recovery economi.

"Dengan demikian ini saatnya kita fokus pada pemulihan ekonomi dan penanganan Covid-19," ujar Mario.

Menurutnya, saat ini program yang nyata adalah pemulihan  ekonomi terutama terhadap usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang luluh lantak akibat Pandemi Covid-19 notabenenya merupakan pemberi kerja atau pembuka lapangan kerja.

Bayangkan saja, kata Mario, satu pelaku usaha saja mampu mempekerjakan puluhan orang. Dan bersama puluhan orang pekerja itu memiliki tanggungan anak, istri dan orangtua yang menggantungkan hidupnya pada keberlangsungan UMKM.

Sementara, jumlah UMKM itu sendiri saat ini sudah mencapai ratusan ribu yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Sumbar.

"Artinya, jika hampir 600 ribu UMKM ini mendapat prioritas pada program pemulihan ekonomi, maka semua usaha kecil dan super mikro yang ada di Sumbar dapat bergerak dan kembali menjalankan usahanya. Dengan demikian akan terbantu pula jutaan orang keluarga pelaku usaha yang terdampak Pandemi Covid-19," terang pria enerjik mantan Ketua Umum KONI Solok Selatan dua periode ini.

Oleh karena itu sejak awal menjadi anggota DPRD Sumbar, kata Mario, ia lebih menitikberatkan pokok-pokok pikirannya pada pembangunan ekonomi.

Selain itu, sejak awal pandemi Covid-19, DPRD secara kelembagaan juga telah mengingatkan pemerintah daerah terhadap program recovery economi di masa dan pasca pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumbar beberapa waktu lalu.

"Semestinya pemerintah jeli melihat situasi dan kondisi saat sekarang. Baik sebelum, sedang maupun sesudah pandemi Covid-19 dengan memanfaatkan pengusaha lokal (UMKM) yang notabene adalah pembuka lapangan kerja," tukas Mario.

Sekaitan itu, Mario berharap kepala daerah terpilih dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 mendatang agar aktif dan rajin melakukan komunikasi dengan Pemprov Sumbar dalam menjalankan program sesuai dengan visi misi yang diusung . 

Apalagi ada kecenderungan di beberapa OPD lebih berorientasi kepada proyek yang dinikmati segelintir orang daripada program yang menyentuh dan berdampak luas bagi masyarakat.

"Padahal ciri dari daerah atau masyarakat maju adalah masyarakatnya berdaya atau mandiri, yang di dalamnya adalah UMKM,  dan memiliki kekuatan swadaya dari masyarakat atau gotong royong," tukas politisi Partai Gerindra ini. (UK1

0 komentar:

Post a Comment

Advertisement

loading...


eqmap

Iklan

Iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

RUANG IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Ekonomi Bisnis

IKLAN

Terkini

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER