04 October 2020

Kasus Covid Sidoarjo Tertinggi Setelah Surabaya, Tim Taskforce Tekankan Prilaku Patuhi Prokes


SIDOARJO, (GemaMedianet.com— Meskipun terjadi penurunan angka pasien positif Covid-19, namun Kabupaten Sidoarjo masih menjadi wilayah yang memiliki angka pasien positif Covid-19 tertinggi kedua se Provinsi Jawa Timur.

''Sidoarjo sekarang masih berada di posisi kedua, setelah Kota Surabaya. Meskipun terjadi penurunan, tetapi angka pasien positif Covid-19 masih terbilang tinggi,'' ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, drg. Syaf Satriawarman.

Ia juga mengatakan, selain terjadi penurunan angka pasien positif Covid-19, angka kematian yang disebabkan Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo juga sudah mulai menurun, dengan jumlah pasien meninggal antara dua atau satu orang per/hari. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten/kota Sidoarjo terus berusaha agar angka kematian nihil,'' ungkap Syaf Satriawarman.

Begitu juga angka kesembuhan Kabupaten Sidoarjo sudah cukup mengalami perubahan, dengan persentase kesembuhan mencapai 83.78 persen.

"Dengan terdata melalui Aplikasi BLC (Bersatu Lawan Covid-19), Kabupaten/kota Sidoarjo saat ini berada di zona Orange," tuturnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo menjadi tempat lanjutan kunjungan dari Tim Taskforce Jawa Timur (Jatim), Kamis (1/10/2020) lalu.

Kehadiran Tim Taskforce ke Provinsi Jawa Timur sebagai evaluasi dari kunjungan yang sebelumnya. Tim dipimpin oleh Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Ekonomi Kesehatan dr. H. M. Subuh, MPPM.

''Kehadiran kami bersama rombongan merupakan upaya tindaklanjut dan evaluasi dari kehadiran kami pada minggu lalu, sekaligus mengingatkan Instruksi Presiden RI terkait 3 poin penting dalam mengatasi Covid-19,'' ungkap M. Subuh. 

Turut hadir juga dalam diskusi ini Kepala BBTKLPP Surabaya Dr. Rosidi Rosian, SH, SKM, MPH, MH, dan Direktur Poltekes Surabaya, Drg. Bambang Hadi Sugito, M.Kes.

''Melihat dari data memang ada progres terhadap pengendalian Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo, namun ada hal yang harus dicatat," tukasnya.

Menurutnya hal itu berkaitan dengan kondisi pandemi yang tidak dapat diketahui sampai kapan akan berakhir, karenanya saat ini di tengah masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), maka yang perlu menjadi perhatian bersama dan ditekan adalah perilaku masyarakat terhadap protokol kesehatan.

"Protokol kesehatan adalah hal yang mutlak dan wajib dijalankan,'' lanjut M. Subuh.

Dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, baik di lingkungan masyarakat maupun di fasilitas pelayanan kesehatan, harapannya dapat mengurangi dan menekan angka penularan Covid-19, pungkasnya.

#Red : Uki Ratlon l BKPM Kemenkes

0 komentar:

Post a Comment

Prakiraan Cuaca

Iklan

Iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

RUANG IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Ekonomi Bisnis

IKLAN

Terkini

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER