30 August 2020

Ketua IPSI Kota Padang, Zulhardi Z Latif Kunjungi dan Motivasi Sasaran Silek Kampung Jambak Lubuk Lintah


PADANG, (GemaMedianet.com— Pencak Silat atau Silat (Silek) merupakan seni beladiri dan budaya yang berasal dari Minangkabau. Silek ini telah diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi hingga dewasa ini.

"Silek ini awak (kita) yang punya. Karena ini punya kita, maka kita semua termasuk generasi muda (anak sasian) berkewajiban untuk memelihara, melestarikan dan mengembangkannya," tutur Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Padang, Zulhardi Z Latif saat melakukan kunjungan silaturahmi dengan Keluarga Besar Perguruan Silek Pauh Sasaran Kampung Jambak, Lubuk Lintah Kecamatan Kuranji, Sabtu (29/8/2020) malam.

Menurut Ketua Umum IPSI Kota Padang dua periode ini, upaya pelestarian Silek saat ini sangat penting dan utama sekali, terutama di tengah banyaknya seni beladiri asing mulai dari karate, taekwondo dan sebagainya yang merambah ke Indonesia umumnya, Kota Padang khususnya. Oleh karena itu cita-citanya ketika terpilih sebagai Ketua IPSI Kota Padang adalah melestarikan Silek.

"Seni dan budaya asal Minangkabau ini harus terlestari, dengan cara terus menerus mewariskannya dari generasi ke generasi. Salah satunya melalui sasaran-sasaran Silek. Ini cita-cita pertama saya ketika terpilih menjadi Ketua IPSI Kota Padang," ungkap Buya, sapaan akrab Zulhardi Z Latif.

Ia menyebutkan, sebelum memimpin IPSI Kota Padang sasaran-sasaran Silek dari sebelumnya hanya 70 sekarang sudah mencapai 140 sasaran tersebar di 11 kecamatan yang ada.

"Bahkan dalam beberapa hari terakhir ini, bertumbuh lagi sasaran-sasaran Silek sebanyak 4 Sasaran, termasuk Sasaran Kampung Jambak," ujar Buya, yang juga Anggota DPRD Kota Padang ini.

Hal yang sangat membanggakannya, dari 140 sasaran di Kota Padang, 52 sasaran diantaranya berada di Kuranji.

"Jika 50 sasaran ini hidup dan terus aktif, maka ini telah menjadi bagian dari upaya pewarisan Silek di tengah masyarakat. Sekaligus, berdampak positif bagi kalangan remaja," ucap Ketua Fraksi Partai Golkar-PDIP DPRD Kota Padang ini.

Masih menurut Buya, Sasaran Silek memiliki banyak dampak positif, salah satunya juga sebagai wadah antisipasi tawuran dan kenakalan remaja, serta pengaruh negatif lainnya.

"Sasaran Silek ini salah satu wadah, oleh karena itu jangan sampai disia-siakan. Sasaran Silek tempat bersilaturahmi dan tempat menambah kesetiakawanan," pesan Buya.


Dijelaskan, Silek ada tiga jenis, yakni Silek tradisi, Silek prestasi (laga), dan Silek Festival. Dan yang sekarang ini di Sasaran Kampung Jambak adalah Silek tradisi. "Silek tradisi ini yang sangat perlu dilestarikan," ujarnya memotivasi.

Namun Buya juga berpesan, jangan setelah Sasaran Kampung Jambak diresmikan kemudian hilang lagi.

Ia berharap, Sasaran Kampung Jambak justeru tetap berkembang. Bahkan, mampu melahirkan atlit dan pendekar dari mulai tingkat kelurahan, kecamatan maupun Kota Padang yang berasal dari sasaran Kampung Jambak.

Apalagi dalam upaya pelestarian Silek ini, Buya juga mengatakan, ada insentif untuk tuo silek sejak dirinya memimpin IPSI Kota Padang empat tahun lalu.

"Sejak empat tahun lalu ada 100 insentif yang diberikan sampai sekarang kepada Tuo Silek (guru). Dan Insyaallah di tahun 2021, akan ada lagi penambahan insentif untuk 30 Tuo Silek," bebernya.

Sementara Nofrianto Pembina Silek Sasaran Kampung Jambak menyampaikan, Perguruan Silek Pauh Sasaran Kampung Jambak kelahirannya merupakan kesepakatan ninik mamak. Meski baru, namun pelatihannya sudah berjalan dua kali seminggu. Bahkan, rencananya dua bulan ke depan akan menggelar open tournament. 

Tak lupa ia juga mengucapkan terimakasih atas kehadiran, dukungan dan sumbangsih baik moril maupun materi, serta bagaimana menata, mengelola sasaran agar tetap eksis, maju berkembang dan tidak hanya sekedar numpang nama saja.

"Sasaran ini siap memberikan dan melahirkan anak sasian yang terbaik dan bagaimana ke depan sasaran silek ini diminati masyarakat luas, tidak saja di Lubuk Lintah," pungkas Nofrianto yang biasa disapa Noa Rang Kuranji.

Turut hadir di kesempatan itu Ketua RT 04 RW 02 Kampung Jambak Jon Rajo Lenggang, Tuo Silek Endang yang juga guru Gadang Perguruan Silek Putih, Rang tuo silek Adek Kurnia Rajo Kaciak, Ninik Mamak, anak sasian dan undangan lainnya. 

Seperti diketahui, Pencak Silat saat telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
(UK1)

0 komentar:

Post a Comment

Iklan

Iklan

Iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

IKLAN KPU

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Ekonomi Bisnis

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER