19 May 2020

Irwan Basir Teruslah Melangkah Menebar Kebaikan


Terakhir bertemu dengan Irwan Basir Datuk Rajo Alam, SH, MM adalah salah satu putra terbaik Kuranji, Kota Padang yang saat ini menjadi buah bibir masyarakat Kota Padang dengan aktivitas sosialnya. Ketika bulan puasa tahun lalu saat berbuka puasa bersama di rumah Anggota DPR RI Asli Chaidir di kawasan Ujung Gurun Padang.

Sebagai seorang sahabat, memang sudah lama saya tidak berjumpa dengan Irwan Basir yang akrab disapa Datuk IB. Kami pernah sama beraktivitas dalam organisasi kepemudaan, dimana IB menjadi Ketua KNPI Kota Padang dan saya termasuk salah seorang Wakil Ketuanya KNPI Kota Padang.

Pada masa itu, sekitar tahun 2000-an, kami KNPI Kota Padang menggelar kembali lomba "Selaju Sampan" di Banjir Kanal GOR. H. Agus Salim Kota Padang dengan memperebutkan Piala Menteri Dalam Negeri (Mendagri), dimana acara lomba dayung sampan tradisional Kota Padang itu dibuka secara langsung oleh Mendagri M. Ma'ruf.

Itulah awal kembalinya event lomba "Selaju Sampan" digelar setelah berhenti sekian lama di Batang Arau Palinggam. Kemudian, di Banjir Kanal, oleh Walikota Padang Fauzi Bahar dilaksanakan lomba "Perahu Naga". Lomba "Selaju Sampan" tradisional sebentar ada dilaksanakan tapi kemudian ke sininya tidak lagi.

Baca Juga : Irwan Basir Datuk Rajo Alam Bantu Warga Simpang PGA/Akhirat 25 Karung Beras

Terlihat bahwa komitmen Irwan Basir terhadap pelestarian budaya tradisional Kota Padang, tidak diragukan lagi. Budaya tradisional "Selaju Sampan" merupakan asset budaya Kota Padang. Lainnya bisa juga dilihat, dimana kiprah Irwan Basir sebagai ninik mamak dalam mengangkat kearifan lokal/budaya tradisional di kampungnya Kecamatan Kuranji pun sangat tinggi.

Oh iya, hampir lupa. Pada waktu bertemu di rumah Asli Chaidir itu, tidak banyak yang bisa kami bicarakan. Hanya kangen-kangenan saja, karena sudah lama tidak jumpa. Di samping itu untuk bicara banyak pun tidak kondusif, karena orang ramai. Kemudian Irwan Basir pun bersama rombongannya sepertinya tergesa mau pulang.

****

Setahu saya, sosok Irwan Basir merupakan seorang organisatoris tulen. Berorganisasi bagi Irwan Basir sudah menjadi bagian dari hidupnya. Saat ini Irwan Basir menjadi Ketua DPD Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Padang, Ketua Majelis Permusyawaratan Adat Pauh IX Kuranji, Ketua Penasehat Badan Musyawarah Pembangunan Nagari (BPMN) Pauh IX Kuranji, serta memimpin/pengurus beberapa organisasi alumni dan ormas.

Di Kuranji, keluarga IB termasuk yang terpandang karena memiliki tempat pemancingan ikan (Padang Fishing Club) dan heler padi, dengan tanah yang luas. Jadi kalau ada yang mempertanyakan bagaimana IB bisa membantu banyak pihak yang terdampak akibat corona, ya saya rasa orang tersebut belum mengenal IB secara lebih jauh.

Dan juga, IB merupakan seorang ASN/PNS dengan jabatan yang mumpuni di Dinas Sosial Pemprov Sumbar. Pas sebenarnya IB di sana karena jiwa sosialnya sangatlah tinggi. Selalu tersentuh hatinya untuk membantu mereka yang dalam kesulitan, seperti halnya yang kita lihat saat ini, dimana IB terus bergerak untuk membantu masyarakat.

****

Sejarahnya KNPI Kota Padang itu, biasanya mantan ketuanya menjadi kepala daerah. Sebutlah Irdinansyah Tarmizi, menjadi Bupati Tanah Datar, kemudian Irfendi Arbi, menjadi Bupati Limapuluh Kota, tapi ke sininya terputus. Saya yakin, salah satu mantan yang akan menyambung kembali ghiroh tersebut adalah IB.

Sekira langkah IB dengan segala aktivitas sosialnya, ada yang memandang ini bagian dari persiapan ke arah sana ---untuk maju di Pilkada Padang 2024, saya kira itu hak mereka. Tapi sekira iya, saya yakin 1000% kawan-kawan IB, alumni KNPI Padang akan mendukung upaya-upaya yang dilakukan IB.

Tapi menurut saya, apa yang dilakukan IB saat ini, mengalir saja. Kalau untuk "bertanam", semenjak jadi Ketua KNPI Padang, IB sudah melakukannya. Bakti IB untuk Kota Padang, dengan segala aktivitas sosialnya sudah didengar / dirasakan banyak orang. Jadi apa yang dilakukan saat ini hanyalah bagian dari panggilan jiwanya, yang secara rutin dilakukan.

Dari "bertanam" itu nanti akan memetik "buahnya", itu adalah soal lain. Wajar saja dari bertanam, kemudian orang menuai hasilnya. Yang tidak wajar itu, menanam tidak, tapi ingin pula mendapatkan hasil.

Maka dari itu, teruslah melangkah Irwan Basir Dt Rajo Alam, teruslah menebar kebaikan. (*) 

Isa Kurniawan 
Warga Padang

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

IKLAN

IKLAN

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER