29 February 2020

Zulhardi Z Latif : Urak Balabek Upaya Pelestarian dan Multi Guna Nilai-nilai Adat Budaya Pauh IX Kuranji


PADANG, (GemaMedianet.com— Urak Balabek merupakan momen dalam mengenalkan nilai-nilai adat dan budaya bagi generasi muda. Sehingga dapat diterapkan dimana pun berada dan disesuaikan dengan kondisi zaman. Seperti kata pepatah Lapuak lapuak dikajangi, usang usang dipabarui.

Hal itu disampaikan Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Padang, Zulhardi Z Latif yang juga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang ini di hari kedua kegiatan Urak Balabek di Medan Nan Bapaneh KAN Pauh IX Kuranji, Jum'at (28/2/2020).

Dijelaskan, Urak Balabek merupakan tradisi dan budaya yang ada di Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Pauh, namun sudah lama tidak terlaksana hingga kurun 14 tahun.

"Ini sebaga bentuk menghargai tuo silek dan pengukuhan untuk pengakuan secara profesional terhadap guru dan sasaran yang ada. Sebab, sudah 14 tahun hilang dan sekarang kita bangkitkan lagi," terangnya.

Oleh karena itu, sebut Zulhardi Z Latif, Urak Balabek yang merupakan rangkaian pengangkatan atau malewakan guru tuo silek di tapian atau sasaran yang ada di daerah Pauh si Ampek Baleh, di Pauh V dan Pauh IX Kuranji ini ke depannya dapat berlangsung secara rutinitas oleh IPSI Kota Padang.

"Apalagi, dari 102 sasaran yang ada di Kota Padang, terbesar berada di Kuranji dan Pauh yakni sebanyak 50 sasaran," ujar Zulhardi Z Latif yang didampingi Hendri Yazid, salah seorang pengurus IPSI Kota Padang. 

Menurut Politisi Partai Golkar ini, tradisi dan budaya ini juga merupakan salah satu antisipasi kenakalan remaja, apalagi saat sekarang ini maraknya tawuran, begal, Narkoba. Jadi, dengan adanya sasaran maka secara otomatis anak kemenakan tidak keluyuran lagi, karena sudah ada wadah menampungnya.


"Ini semua juga adalah harapan para ninik mamak, bagaimana ilmu-ilmu atau tradisi yang ada senantiasa diwarisi turun temurun kepada generasi ke generasi selanjutnya. Ingat, jangan sampai nilai-nilai adat dan budaya kita hilang di kikis zaman, apalagi zaman milenial," katanya.

Bacakan Juga : Tradisi Urak Balabek Kembali Lestari, Puluhan Pandeka Silek Diarak Menumpang Bendi

Ia mencontohkan, seperti Kato Nan Ampek (Kata yang empat) yang sudah mulai tergerus di tengah generasi muda. Bagaimana kato mandaki (mendaki), malereang (melereng), manurun (menurun), mandata (mendatar) yakni etika dan berkomunikasi dengan orangtua, orang yang dituakan, teman sejawat dan orang di bawah kita.

Oleh karena itu, lanjutnya, kegiatan Urak Balabek dan kegiatan tradisi lainnya harus terus digalakkan. Dengan digali dan terus digalakkan, maka secara tidak langsung akan muncul dan bangkit seperti kata pepatah "Lapuak lapuak dikajangi, usang usang dipabarui".

Ia juga mengingatkan, Pencak silat adalah kebudayaan kita. Satu-satunya kebudayaan kita adalah Pencak silat. Dan untuk itu kepada generasi muda di Kota Padang, khususnya Kuranji dan Pauh dihimbau ikutilah, berlatihlah di sasaran apapun bakatnya. Pencak silat ada dua, yakni silat tradisi dan silat prestasi. Silat tradisi juga terbagi lagi, ada festival, GSB, Mancak Padang.

"Kegiatan ini upaya untuk melestarikan dan membumikan Pencak Silat di Kota Padang. Oleh karena itu, jangan sampai kita sendiri yang menghilangkannya. Jangan sampai tumbuh di luar, tetapi hilang di dalam," tukas putera Kuranji ini.

Seperti diketahui, kegiatan IPSI Kota Padang di Pauh IX banyak melibatkan para ninik mamak yang selalu saling bersinergi menjaga pelestarian nilai-nilai adat yang merupakan kebanggaan orang Minangkabau. 

"Sebagai agenda pertama, ini merupakan langkah awal yang sengaja kita laksanakan sebagai pedoman untuk kegiatan berikutnya di Kecamatan lainnya," pungkasnya. (uki)

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

IKLAN

IKLAN

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER