16 January 2020

Donasi Zakat, Infak dan Sedekah di Masjid dan Baznas Gunakan QRIS


PADANG, (GemaMedianet.com— Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa yang juga Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Padang, menyambut baik penggunaan Quick Response Indonesian Standard (QRIS) terhadap penerimaan donasi zakat, infak dan sedekah pada masjid-masjid dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Dengan demikian, penghimpunan zakat, infak dan sedekah dari jamaah kini bisa melalui sistem non tunai alias tidak menggunakan uang 'cash' lagi.

"Atas nama Pemerintah Kota Padang dan MES Kota Padang, kita tentu sangat menyambut baik atas diberlakukannya penggunaan QRIS di masjid-masjid dan Baznas Provinsi Sumbar, termasuk Masjid Raya Sumbar selaku masjid terbesar di Kota Padang," ungkap Wawako dalam sambutannya sewaktu peresmian penggunaan QRIS terhadap penerimaan donasi zakat, infak dan sedekah pada masjid-masjid dan Baznas Sumbar tersebut di aula lantai dasar Masjid Raya Sumbar, Selasa (14/1/2020).

Dalam peresmian itu hadir langsung Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumbar Wahyu Purnama, Ketua MUI Sumbar Gusrizal Gazahar dan para pimpinan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta unsur terkait lainnya.

Seperti diketahui, penerapan QRIS merupakan salah satu langkah untuk mendorong semakin berkembangnya transaksi pembayaran digital yang lebih aman, murah dan cepat. Sebagaimana pembayaran non tunai juga tidak hanya berupa kartu, namun juga bisa melalui uang elektronik server based atau yang dikenal dengan scan QR Code.

Dikatakan Hendri, transaksi non tunai memang diyakini menjadi solusi di tengah arus digitalisasi yang begitu pesat saat ini. Hal itu tentunya juga memberikan manfaat terutama peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) secara signifikan. Sebab, semua pelayanan dimonitor dan perkembangannya dari detik ke detik secara digitalisasi.

"Tak hanya itu, atas sistem pembayaran non tunai ini tentu juga bisa meningkatkan efektivitas layanan publik, efisiensi, kesehatan fiskal, perekonomian dan pastinya transparasi dan governance pemerintah. Dimana pada masa kini, semuanya bisa dikendalikan melalui telepon seluler dari mana saja dan kapan saja," cetusnya.

"Alhamdulillah ya, hari ini Perbankan Syariah di Kota Padang dan Himbara bekerjasama meresmikan QRIS sebagai salah satu instrumen pembayaran untuk penerimaan zakat, infak dan sedekah pada Baznas Sumbar dan Masjid Raya Sumbar," katanya.

Hal ini tentunya kata Wawako, tentu akan memudahkan masyarakat dalam menyalurkan zakat, infak dan sedekah. Sebab, dimana dan kapanpun bisa membayar zakat, infak dan sedekah karena melalui QR Code tersebut.

"Hanya dengan memfoto QR Code yang ada maka sumbangan bisa disalurkan tanpa kita harus ke masjid/Baznas. Semoga upaya dan langkah maju ini bermanfaat untuk masyarakat, bangsa dan negara," pungkasnya.

Sementara, Kepala Perwakilan BI Sumbar Wahyu Purnama mengungkapkan, pemilihan Masjid Raya Sumbar sebagai pilot project QRIS pada rumah ibadah untuk penerimaan zakat, infak dan sedekah karena masjid ini merupakan salah satu rumah ibadah utama di Kota Padang dan Sumatera Barat pada umumnya.

Menurut Wahyu lagi, selain mudah, penggunaan QRIS untuk pembayaran donasi sosial juga sangat menguntungkan, karena pihak penyelenggara (masjid atau lembaga sosial) tidak dikenakan biaya Merchant Discount Rate (MDR) MDR 0 persen.

Untuk proses implementasi program ini, lanjutnya, dengan penggunaan QR Code ini, proses untuk menghimpun sedekah dari jamaah bisa semakin mudah dan cepat. Caranya, masyarakat cukup scan QR Code yang tertera di masjid melalui gawai yang sudah terhubung dengan aplikasi dompet digital.

"Setelah di scan dengan mencantumkan nominal uang/saldo yang disedekahkan, secara otomatis uang itu akan masuk ke rekening bank milik masjid yang bersangkutan. Pengurus masjid juga tidak perlu repot-repot menghitung uang sedekah dari jamaah. Pelaporan uang juga lebih akurat, meminimalisasi kesalahan dan efektivitas tenaga. Selain itu, penggunaan QRIS  juga sebagai upaya mewaspadai adanya uang palsu, menghindari penyelewengan dan banyak lagi manfaat lainnya," jelasnya.(David)

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Florikultura Indonesia 2019 dan Pedatani

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER