18 December 2019

Pemko Dukung Kejari Padang Musnahkan 161 BB, 80 Persen Perkara Narkotika


PADANG, (GemaMedianet.com— Pemerintah Kota Padang menyambut baik dilakukannya pemusnahan barang bukti (BB) dalam perkara tindak pidana umum yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang.

Hal itu disampaikan Wali Kota Padang diwakili Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Zabendri dalam sambutannya pada kegiatan pemusnahan sejumlah BB dengan cara dibakar dan digilas menggunakan kendaraan alat berat di halaman Kantor Kejari Padang, Selasa (17/12/2019).

Pemko, sebut Zabendri, tentunya sangat berterima kasih kepada Kejari Padang atas dilakukannya pemusnahan barang bukti dari perkara yang menyalahi aturan dan sangat membahayakan bagi kehidupan manusia tersebut. Upaya ini sangat tepat sebagai salah satu upaya dan bentuk kontribusi dalam menyelamatkan masyarakat khususnya generasi muda dari ancaman barang-barang terlarang.

Baca Juga : Suharman : Rutan dan Lapas Over Kapasitas, Lebih 60 Persen Adalah Kasus Narkoba

"Semoga dengan ini hal demikian dapat diminimalisir semaksimal mungkin," tutur Zabendri.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Padang, Ranu Subroto mengatakan, untuk 2019 Kejari Padang telah melakukan pemusnahan BB sebanyak dua kali. Pertama dua bulan yang lalu, dan yang kedua hari ini. 

Ia menyebut, BB yang dimusnahkan kali ini yaitu sebanyak 161 perkara narkotika, kemudian 105 perkara non narkotika. 

"Untuk BB jenis shabu yang dibakar tadi yakni sebanyak 158 gram, ganja 419 gram dan ekstasi 56 gram. Selain itu juga ada ribuan botol minuman keras disertai mesin jackpot yang digunakan untuk perjudian dan produk kosmetik ilegal serta hp yang digunakan sebagai sarana untuk narkotika dan tindak pidana lainnya," urainya.

Diungkapkannya, ketika ditanyakan perkara yang paling menonjol di Kota Padang tahun 2019 dari sekian perkara adalah perkara narkotika yaitu 80 persen dari sejumlah perkara yang ada.

"Menurut saya Padang sudah darurat narkotika. Maka itu kita imbau dan harapkan para orang tua dan masyarakat terutama pemerintah harus dapat sama-sama mengawasi generasi muda anak-anak kita agar tidak terjerumus menggunakan barang haram tersebut. Di samping hal-hal membahayakan lainnya," ujar Kajari baru tersebut. (Humas)

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Florikultura Indonesia 2019 dan Pedatani

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER