15 November 2019

DPRD Sumbar Sikapi Kelangkaan BBM, Syafaruddin Dt Bandaro Rajo : Pertamina Harus Arif


PADANG, (GemaMedianet.com— Sejak seminggu terakhir, antrian panjang kenderaan bermotor yang terjadi di berbagai Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di Sumatera Barat menjadi pemandangan yang sangat memiriskan.

Antrian panjang itu tidak saja berdampak pada kemacetan lalu lintas, tetapi juga terhadap perekonomian masyarakat. Pasalnya, antrian panjang yang sudah tumpah ruah ke jalan umum ini menutup akses jalan ke rumah milik warga serta warung dan pertokoan sekitar.

Kondisi yang terjadi nyaris merata di berbagai SPBU kabupaten/kota itu diakui Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Syafaruddin Dt Bandaro Rajo.

Menurut Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota periode 2014-2019 ini, antrian panjang kenderaan bermotor yang nyaris terjadi di berbagai SPBU kabupaten/kota itu semestinya ditanggapi serius oleh pihak Pertamina.

Menurutnya, upaya masyarakat untuk mendapatkan BBM dengan rela menunggu berlama-lama dan antrian panjang di SPBU sungguh membuat dirinya sebagai wakil rakyat ikut prihatin.

Selain tidak efisien, sebut politisi Partai Golkar ini, kondisi antrian hingga tumpah ruah ke badan jalan ini berpotensi terhadap gangguan keselamatan pengguna jalan raya.

"Bukan tidak mungkin jalan yang sudah sempit jika tidak awas akan berpotensi kecelakaan," ungkap Syafaruddin Dt Bandaro Rajo di gedung DPRD Sumbar, Kamis (14/11/2019).

Selain itu, katanya lagi, ada kekhawatiran kondisi kelangkaan BBM tersebut akan disalahgunakan oleh oknum dan pihak tidak bertanggungjawab untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Ia menilai, distribusi BBM oleh pemerintah ke berbagai provinsi di Indonesia, termasuk Sumatera Barat mencukupi. Hanya saja yang mengherankan, kenapa masyarakat kecil masih rela antrian berlama-lama di SPBU. Bahkan yang memiriskan sudah lama antri, ternyata BBM habis.

"Ada warga yang datang malam hari, BBM habis. Ada yang antri sejak sore untuk mendapatkan BBM yang katanya masuk pagi. Sudah antri lama, namun pagi hari ternyata BBM belum juga masuk," ungkapnya.

Oleh karena, ia berharap ada pengawasan secara bersama terhadap alur distribusi BBM.

"Kami di DPRD memandang Pertamina bersama Pemerintah Provinsi harus mencari solusi terhadap kelangkaan BBM agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat," tukasnya.

Ia menambahkan, kondisi kelangkaan BBM hampir sepanjang tahun berlangsung, dan Pertamina semestinya arif dalam meminimalisir kondisi yang ada. (uki)

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Florikultura Indonesia 2019 dan Pedatani

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER