PASAMAN, (GemaMedianet.com) | Kepedulian terhadap ekosistem media di Kabupaten Pasaman memasuki babak baru. Yunelda Asra, anggota DPRD Kabupaten Pasaman dari Fraksi Partai Demokrat, membuat langkah mengejutkan sekaligus inspiratif dengan mengalokasikan anggaran Pokok Pikiran (Pokir) sebesar Rp100 juta khusus untuk pengembangan kinerja jurnalistik.
Langkah ini menjadikannya anggota legislatif pertama di Pasaman yang secara spesifik menganggarkan dana aspirasi untuk penguatan kapasitas insan pers.
Dalam rapat kerja bersama awak media di Aula Rapat DPRD Pasaman, Jumat (13/2/2026), Yunelda menegaskan bahwa peran pers sangat vital dalam menyukseskan kinerja DPRD. Tanpa publikasi yang profesional, kerja-kerja legislatif tidak akan tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.
“Para awak media adalah mitra kita. Sudah sewajarnya jika kami memberikan apresiasi melalui dana Pokir. Walaupun anggarannya belum maksimal, setidaknya ini dapat membantu meningkatkan profesionalisme wartawan dalam bertugas,” ujar Yunelda Asra, srikandi yang terpilih dari Dapil Pasaman I tersebut.
Yunelda menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pasaman untuk memastikan penggunaan anggaran ini tepat sasaran dan tidak menyalahi aturan hukum.
Terdapat dua opsi utama penggunaan anggaran yang diserahkan sepenuhnya kepada kesepakatan rekan-rekan media. Pertama, Bimbingan Teknis (Bimtek) yakni untuk pendalaman materi jurnalistik terbaru. Kedua, Uji Kompetensi Wartawan (UKW), yakni untuk sertifikasi resmi guna meningkatkan kredibilitas wartawan.
Apresiasi dari PWI Pasaman: "Baru Kali Ini Terjadi"
Ketua PWI Pasaman, Hendra Saputra, mengaku terharu dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yunelda Asra. Menurutnya, aksi ini merupakan terobosan yang belum pernah dilakukan oleh anggota dewan di Pasaman selama belasan tahun terakhir.
“Sudah belasan tahun saya menjadi wartawan, baru kali ini ada anggota DPRD Pasaman yang menganggarkan Pokir untuk awak media. Ini langkah sangat positif bagi kemajuan dunia pers di daerah kita,” pungkas Hendra.
Langkah Yunelda Asra ini diharapkan menjadi pemantik bagi anggota legislatif lainnya untuk turut memerhatikan kualitas SDM media di daerah, demi terciptanya keterbukaan informasi publik yang lebih sehat dan berkualitas. (Rizky)









0 comments:
Post a Comment