AGAM, (GemaMedianet.com) | Sebuah unit mobil Mitsubishi Kuda Grandia dengan nomor polisi BA 108 YH ludes dilahap si jago merah di Jorong Koto Hilalang, Nagari Lambah, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (19/2/2026) siang sekitar pukul 11.15 WIB.
Insiden ini menggegerkan warga setempat karena api berkobar hebat disertai asap hitam pekat yang membumbung tinggi dari badan jalan. Kendaraan tersebut diduga kuat tengah digunakan untuk aktivitas melansir bahan bakar minyak (BBM).
Mendapat laporan warga, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Agam Posko Biaro langsung meluncur ke lokasi yang berjarak sekitar tiga kilometer.
Komandan Regu (Danru) Damkar Posko Biaro, Alex Youhendri, menjelaskan bahwa api cepat membesar karena adanya bahan mudah terbakar di dalam kendaraan.
“Kami mengerahkan satu unit armada dari Biaro dibantu satu unit armada tambahan dari Kota Bukittinggi. Total ada dua unit armada yang berjibaku di lokasi karena objek yang terbakar diduga membawa atau menyimpan BBM,” jelas Alex.
Proses pemadaman berlangsung selama kurang lebih satu jam. Sekitar pukul 12.15 WIB, api berhasil dikendalikan sepenuhnya oleh petugas.
Kejadian ini menyisakan tanda tanya besar karena saat petugas tiba di lokasi, sopir atau pemilik kendaraan sudah tidak ada di tempat. Berdasarkan keterangan warga di lokasi kejadian, pengemudi diduga sengaja melarikan diri sesaat setelah api mulai berkobar.
Kendati demikian, dilaporkan tidak ada korban jiwa. Kondisi kendaraan, rangka mobil hangus total dan tidak dapat digunakan kembali. Kerugian materiil akibat peristiwa itu ditaksir mencapai Rp50.000.000.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik atau kebocoran saat aktivitas lansir BBM berlangsung. Praktik melansir BBM tanpa standar keamanan resmi merupakan tindakan yang sangat berisiko tinggi bagi keselamatan pelaku maupun masyarakat sekitar.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran serta melacak identitas pemilik kendaraan yang kabur tersebut.
Pihak keamanan mengimbau warga untuk tidak melakukan pengangkutan bahan bakar dengan cara-cara yang melanggar standar keselamatan guna menghindari kejadian serupa yang dapat memicu ledakan di area publik. (doc)









0 comments:
Post a Comment