PADANG, (GemaMedianet.com) | Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, resmi melantik sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama serta 65 Kepala Sekolah di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Kamis (12/02/2026).
Prosesi yang berlangsung di Auditorium Istana Gubernur ini menjadi sinyal kuat percepatan reformasi birokrasi dan penguatan sistem merit di ranah Minang.
Sorotan utama dalam pelantikan ini jatuh pada penunjukan Dr. Andree Harmadi Algamar, M.Han. sebagai Kepala Biro Umum Setdaprov Sumbar. Langkah Gubernur Mahyeldi menarik Andree ke tingkat provinsi dinilai sebagai keputusan taktis yang sangat strategis.
Profil Singkat Dr. Andree H. Algamar:
Rekam Jejak : Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang dan Pj Wali Kota Padang (2024–2025).
Pendidikan : Lulusan STPDN, Doktor Ilmu Pemerintahan IPDN, dan lulusan Universitas Pertahanan.
Ekspektasi : Dengan jam terbang tinggi di level pimpinan kota, Andree diharapkan mampu memberikan standar baru dalam tata kelola administrasi dan protokoler pimpinan daerah yang lebih akseleratif.
"Peran Biro Umum sangat strategis. Dengan pengalaman beliau sebagai mantan Sekda dan Pj Wali Kota, diyakini ritme kerja di tingkat provinsi akan semakin cepat dan efisien," ungkap Gubernur Mahyeldi.
Dalam arahannya, gubernur menekankan bahwa birokrasi modern harus meninggalkan pola lama yang lamban. Ia menargetkan transformasi menuju transparansi total.
Pertama, Keterbukaan. Instruksi penerapan dashboard kinerja yang dapat diakses langsung oleh publik.
Kedua, Integritas. Pejabat diminta kuat dalam mendahulukan kepentingan bangsa di atas kepentingan administratif semata.
Reformasi Pendidikan: Fokus Disiplin & Karakter
Melalui pelantikan 65 Kepala Sekolah, Gubernur menitipkan misi besar untuk mencetak generasi muda Sumbar yang disiplin. Penempatan kepala sekolah kali ini dilakukan murni berdasarkan sistem merit (kompetensi).
Instruksi Khusus untuk Kepala Sekolah, yakni Pertama, Pengawasan Perilaku. Memantau secara ketat kedisiplinan guru dan siswa di lingkungan sekolah.
Kedua, Disiplin Digital. Mengatur penggunaan telepon genggam (handphone) agar tidak mengganggu fokus proses belajar mengajar.
Ketiga, Penguatan Karakter: Sekolah harus menjadi laboratorium moral, bukan sekadar tempat transfer ilmu pengetahuan.
Optimisme Sumbar 2026
Kombinasi antara birokrat berpengalaman seperti Andree H. Algamar di lini operasional pemerintahan serta para kepala sekolah terpilih di garda terdepan pendidikan, diharapkan menjadi pondasi kuat bagi pelayanan publik yang lebih responsif.
"Jabatan adalah tanggung jawab besar. Saya ingin para pejabat yang dilantik hari ini menjadi motor penggerak yang mendahulukan kepentingan publik di atas segalanya," tutup Mahyeldi. (*)
#Editor: Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment