PADANG, (GemaMedianet.com) | "Pak Evi! Pak Evi!" Sapaan akrab itu menggema di kegelapan malam saat Evi Yandri Rajo Budiman, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, tiba di jembatan Batu Busuk, Senin (29/12/2025).
Sudah lebih dari sebulan, putra asli Kuranji ini hampir tak pernah absen menyambangi lokasi terdampak galodo di Batu Busuk, Gunung Nago, dan Lubuk Minturun. Baginya, jabatan bukan sekadar duduk di gedung dewan, melainkan hadir di tengah "rengekan" warga yang kehilangan segalanya.
Inisiator Huntara Mandiri
Komitmen Evi Yandri, tidak hanya sebatas peninjauan. Ia merupakan inisiator utama pembangunan 100 unit Hunian Sementara (Huntara) mandiri bagi penyintas banjir bandang di Kecamatan Pauh.
Sosok berdedikasi penuh ini ingin memastikan pengerjaan berjalan cepat, karena itu Evi mengaku rela "pindah kantor" ke lokasi proyek di Pauh.
Meski sempat terkendala kurangnya tenaga tukang, ia optimis hunian tersebut segera bisa ditempati oleh warga yang rumahnya hanyut.
Tak tanggubg-tanggung, dukungan pribadi ia berikan. Warga mengakui, tak jarang Evi menggelontorkan dana pribadi tanpa pamrih untuk menutupi kebutuhan mendesak masyarakat di lapangan.
Solusi Infrastruktur Jangka Panjang
Tidak hanya fokus pada hunian, Evi Yandri juga meninjau langsung normalisasi sungai di Batu Busuk.
Dari mulai pengerukan sedimen, ia pantau jalannya pembersihan material batu besar yang menyumbat aliran sungai.
Untuk Pembangunan DAM, saat ini ia tengah memperjuangkan pembangunan DAM (tanggul) agar air sungai tidak lagi meluap ke pemukiman.
Bahkan ajakan kolaborasi juga datang dari Evi. Ia meminta dukungan penuh warga, agar rencana pembangunan infrastruktur ini bisa berjalan lancar tanpa hambatan lahan atau teknis.
Kedisiplinan "Negeri Sakura"
Sikap sigap dan disiplin Evi Yandri ternyata terbentuk dari pengalamannya selama tiga tahun bekerja di perusahaan otomotif di Jepang. Karakter disiplin tinggi itulah yang kini ia terapkan dalam melayani konstituen di Sumatera Barat.
"Intinya saya bekerja dari hati. Melayani dan mengayomi masyarakat dengan sepenuh jiwa dan raga. Kalau kita bekerja dengan benar dan tulus, rasa capek itu tidak akan terasa," ungkap Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumbar ini.
Testimoni Warga
Bagi Dasrul, salah satu warga Batu Busuk, kehadiran Evi adalah penyejuk di tengah musibah. "Pak Evi itu sosok yang sangat merakyat. Tak peduli pagi, siang, atau malam, beliau selalu bersedia diganggu dan membantu. Uang pribadinya pun ikut keluar demi kami," ucapnya haru.
Malam itu, dengan mengendarai motornya ("kuda besi"), Evi meninggalkan lokasi setelah memastikan alat berat masih bekerja. Di bawah guyuran sisa hujan, ia terus berpikir tentang bagaimana mengembalikan senyum warga Batu Busuk melalui kerja nyata yang ia lakoni dengan "hati suci".
#Editor: Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment