PADANG, (GemaMedianet.com) | Pemerintah Kota (Pemko) Padang melakukan langkah darurat untuk mengatasi krisis air bersih yang melanda warga di Kecamatan Pauh dan Kuranji. Strategi utamanya adalah mengalirkan kembali air ke saluran Irigasi Gunung Nago guna memicu kenaikan permukaan air tanah (groundwater) sehingga sumur-sumur warga yang kering dapat terisi kembali.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, turun langsung memantau progres teknis di lokasi pada Senin (26/1/2026), didampingi oleh dinas terkait untuk memastikan normalisasi berjalan tanpa hambatan birokrasi.
Strategi Teknis Penyelamatan Air
Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto, merinci dua metode berbeda yang diterapkan secara simultan untuk mempercepat distribusi air:
| Lokasi Saluran | Metode Penanganan | Alat/Sumber Daya |
| Irigasi Kanan | Penyedotan air langsung dari sungai ke saluran. | 2 Unit Pompa Besar BWS (Kapasitas $500$ liter/detik). |
| Irigasi Kiri | Pengerukan sedimen dan pembersihan material penghambat. | Ekskavator & Tim Kebersihan Intake. |
"Harapan kita, air yang mengalir di irigasi ini akan meresap ke pori-pori tanah. Dengan begitu, permukaan air tanah naik dan mengisi kembali sumur dangkal milik masyarakat," jelas Tri Hadiyanto.
Kolaborasi Lintas Kewenangan
Meskipun secara administratif berada di wilayah Kota Padang, Daerah Irigasi (DI) Gunung Nago memiliki luas mencapai 2.800 hektare, yang menjadikannya berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi.
Wali Kota Fadly Amran menegaskan bahwa dalam kondisi darurat, koordinasi antara Pemko Padang, Pemprov Sumbar, dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V menjadi kunci utama.
"Ini adalah kerja bersama. Koordinasi ini penting agar penanganan teknis tidak terkendala administrasi kewenangan demi kepentingan masyarakat banyak," tegas Wali Kota.
Target Pemulihan
Dinas PUPR optimis jika pembersihan sedimen dan perbaikan intake berjalan sesuai rencana, dampak positif akan segera dirasakan warga dalam waktu singkat.
Pertama, Estimasi Aliran. Target air sudah sampai ke pemukiman dalam 1-2 hari ke depan.
Kedua, Dampak. Pulihnya debit air sumur warga di wilayah terdampak kekeringan di Pauh dan Kuranji. (kmf)
#Editor: Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment