JAKARTA, (GemaMedianet.com) | Dewan Juri Anugerah Jurnalistik Adinegoro (AJA) 2025 resmi menetapkan lima karya jurnalistik terbaik dari berbagai media di Indonesia. Keputusan ini diambil setelah melalui proses penjurian ketat di Jakarta pada 7-9 Januari 2026.
Penghargaan tertinggi bagi insan pers Indonesia ini mencakup lima kategori utama, yakni Media Cetak, Siber, Fotografi, Audio, dan Video.
Direktur Anugerah Adinegoro, Maria D. Andriana, menjelaskan bahwa identitas para pemenang akan segera dipublikasikan dalam waktu dekat.
Penyerahan anugerah akan dilakukan pada Acara Puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Serang, Banten, pada 9 Februari 2026.
Ajang tahun ini mencatatkan partisipasi luar biasa, menjadi yang terbanyak dalam lima tahun terakhir dengan total 749 karya yang masuk. Sebagai perbandingan, pada tahun 2021 hanya terdapat 583 karya.
Tema Utama AJA 2025, yakni Demokrasi, Korupsi, Ketahanan Pangan, Energi dan Lingkungan
Apresiasi Bagi Pemenang
Panitia Pelaksana HPN 2026 telah menyiapkan apresiasi bernilai tinggi bagi para jurnalis terbaik. Untuk Kategori Juara, Hadiah Pemenang Utama Trophy Tetap AJA, Piagam, dan Uang Tunai Rp50 Juta, sedangkan Karya Unggulan (10 Karya) berupa Piagam & Hadiah Total Rp25 Juta
Catatan Dewan Juri
Dewan juri yang terdiri dari praktisi senior seperti Asro Kamal Rokan, Oscar Motuloh, dan Rosarita Niken Widiastuti, memberikan catatan penting terhadap kualitas karya tahun ini.
Dari Kualitas Jurnalistik, bahwa sebagian besar karya menunjukkan kualitas investigasi dan in-depth news yang sangat baik.
Namun demikian terlihat ada Kesenjangan Media, yakni masih ditemukan ketimpangan kualitas jurnalistik antara karya media pusat dan media daerah.
Sedangkan Relevansi Topik, Pemilihan topik dinilai sangat selaras dengan situasi nasional sepanjang tahun 2025.
Semangat Jurnalisme Investigasi
Ketua Panitia Pelaksana HPN 2026 sekaligus Sekjen PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, menyatakan rasa bangganya atas antusiasme para wartawan.
"Antusiasme luar biasa ini menandakan bahwa semangat jurnalisme investigasi dan berita mendalam (in-depth news) tak pernah padam di sanubari wartawan se-Nusantara," tegas Zulmansyah. (rls)









0 comments:
Post a Comment