PASAMAN, (GemaMedianet.com) | Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mencatat 672 KK mengungsi dan 245 Hektar lahan pertanian sawah dan ladang terdampak banjir di 7 kecamatan di Kabupaten Pasaman.
Catatan tersebut merupakan rekap data Pusdalops BPBD Kabupaten Pasaman terkait terjadinya bencana alam banjir dan tanah longsor di sejumlah lokasi masa tanggap darurat dari tanggal 27 November sampai dengan 3 Desember yang sudah ditetapkan pemerintah kabupaten setempat.
"Akibat hujan deras dan cuaca ekstrim telah memicu terjadinya dampak serius di 7 kecamatan di Kabupaten Pasaman yakni, Kecamatan Bonjol, Kecamatan Simpang Alahan Mati, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kecamatan Panti, Kecamatan Padang Gelugur, Kecamatan Rao Selatan dan Kecamatan Mapat Tunggul," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Pusdalops BPBD Pasaman, Desrianti, ST, MT, Sabtu, (29/11/2025).
Dikatakan Desrianti, berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusdalops BPBD Pasaman hingga tanggal 28 November 2025 pukul 18.00 WIB berikut catatan rekap dampak bencana di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pasaman.
Ia menjelaskan, wilayah kecamatan yang terdampak akibat bencana banjir dan longsor ini adalah Kecamatan Bonjol, dimana di kecamatan ini mengungsi 361 KK yang terdiri dari 491 Jiwa harus mengungsi. Selain itu, di Bonjol juga terdapat rumah rusak berat 3, rusak ringan 2.
Dari jumlah itu kondisi rumah terendam berjumlah 361, termasuk sekolah 3 unit, jembatan 2 unit. Tidak itu saja, juga terjadi kerusakan jalan sepanjang 50 meter dan sawah ladang warga terendam seluas 25 hektar, terangnya.
Kedua, dampak akibat bencana banjir dan tanah longsor ini terjadi di Kecamatan Rao Selatan, dimana akibat genangan air sebanyak 276 KK mengungsi. Bukan itu saja, seluas 15 hektar area pertanian warga diterjang banjir.
Berikutnya Kecamatan Panti, sejumlah warga juga harus mengungsi, terdapat 60 KK sesuai dengan catatan Pusdalops. Selain itu, di Panti juga terjadi kerusakan 1 jembatan, jalan 10 meter dan seluas 115 hektar area pertanian terdampak banjir.
Selain pada tiga kecamatan itu, Desrianti juga menyampaikan, akibat dari bencana banjir dan tanah longsor telah berdampak di sejumlah kecamatan lain, seperti di Lubuksikaping terdapat sawah ladang warga seluas 45 hektar terdampak.
Selanjutnya, Pusdalops juga mencatat, di Padang Gelugur terdampak sawah ladang seluas 60 hektar. Kemudian di Mapat Tunggul terdampak jalan rusak 50 meter dan di Kecamatan Simpang Alahan Mati, akibat dampak banjir terdapat rumah rusak ringan 3, dan 1 bangunan surau tempat ibadah terdampak luapan air banjir, ujar Desrianti.
Bupati Pasaman Welly Suhery mengajak semua pihak agar bahu membahu, mengikuti masa tanggap darurat sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, serta selalu waspada dengan situasi hingga kondisi kembali membaik.
"Kepada warga masyarakat Pasaman terkhusus kepada yang terdampak musibah, kiranya kita hadapi dengan rasa sabar dan ikhlas, dan bagi warga yang tidak terdampak agar ikut membantu saudara saudara kita yang terkena musibah akibat banjir ini," ujar Welly Suhery. (Rizky)









0 comments:
Post a Comment