06 Desember 2022

Polisi Turun Tangan Bantu Warga Kurang Mampu dan 15 Tahun Derita Sakit di Koto Tangah



PADANG, (GemaMedianet.com) | Mendapatkan laporan dari personelnya Babinkamtibmas Batipuh Panjang sekaitan adanya warga kurang mampu menderita sakit dan belum tersentuh bantuan dari pemerintah, Kapolsek Koto Tangah Polresta Padang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Afrino Chaniago langsung bergerak cepat menyambangi rumah Aditya (15) yang kesehariannya hanya bisa tergeletak di atas tempat tidur, Senin (5/12/2022).

Bantuan Sembako serta Susu Formula dan sejumlah uang dari personel polsek pun diberikan kepada orangtua Adtiya, sebagai bentuk kepedulian Polisi kepada warga yang membutuhkan.

Aditya merupakan sulung dari dua orang bersaudara, anak dari Yulia, warga yang tinggal di Simpang Anak Air RT 01/RW 06 Kecamatan Koto Tangah Kota Padang yang kini butuh bantuan dan uluran tangan dari kita semua.

Ia sedari kecil divonis menderita penyakit step atau kejang, hingga membuat pertumbuhan badannya menjadi lambat serta lemas. Kini, 15 tahun berlalu, Aditya luput dari perhatian pemerintah setempat. Mirisnya kantor camat hanya berjarak kurang dari 100 meter dari rumah kontrakan warga kurang mampu tersebut.

Penderitaan Aditya tidak sampai di situ saja, kebutuhan akan nutrisi bagi Aditya selama ini juga tidak terpenuhi secara baik oleh ayahnya yang hanya bekerja sebagai kuli bangunan, dengan penghasilan Rp100.000 per hari.

Bahkan, tidak jarang dalam seminggu ayahnya tidak mendapatkan orderan bekerja. Alhasil, susu formula ukuran 800 gram yang harganya kurang dari Rp100 ribu terkadang tidak mampu terbeli. 

Dengan suara berat, sang Ibu menceritakan kesulitannya untuk perobatan dan biaya sang anak di hadapan Kapolsek Koto Tangah tersebut.

Dituturkannya, sehari-hari Aditya hanya bisa minum susu biasa, yang seharusnya formula khusus seharga Rp600 ribu, namun karena keterbatasan biaya maka terpaksa harus minum susu biasa.

"Terkadang, terpaksa kami membelikan susu formula yang harganya jauh lebih murah dari yang dibutuhkan Aditya," ujarnya.

Ayah Aditya hanyalah seorang kuli bangunan, yang setiap bekerja diupahi seratus ribu rupiah, dan  tidak jarang dalam seminggu ayahnya tidak mendapatkan orderan bekerja, tutur Yulia lagi.

Masih menurut Yulia, karena keterbatasan biaya untuk control anaknya ke rumah sakit, Aditya terpaksa tidak dibawa, karena jika membawa Aditya mau tidak mau harus menyewa mobil.

"Jangankan untuk menyewa mobil, untuk biaya sewa rumah saja kami sering terlambat. Beruntung sang pemilik rumah mengerti dengan keadaan kami," ujarnya lirih.

Untuk itu Yulia sangat berharap, mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Padang, terutama bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) karena selama ini mereka tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Bahkan, Kartu Indonesia Sehat (KIS) baru setahun terakhir kami memperolehnya, karena sebelumnya kami terdaftar sebagai peserta BPJS mandiri, imbuhnya.

Sebelumnya, Bhabinkamtibmas Polsek Koto Tangah mendapat kabar tersebut langsung melaporkan hal itu ke Kapolsek Koto Tangah. Setelah mendengar kabar tersebut, Kapolsek Koto Tanggah, AKP Afrino langsung menuju lokasi untuk meninjau kondisi Aditya.

Bersama anggota lainnya Kapolsek turun langsung dan memberikan bantuan berupa sembako, susu formula, serta berjanji akan membantu membawa Aditya untuk kontrol ke rumah sakit setiap minggunya dengan menggunakan kendaraan pribadinya.

"Kini kami telah mendapatkan informasi, dan kami akan mengupayakan supaya sang anak bisa mendapatkan bantuan yang layak agar bisa mengurangi beban orangtuanya," ungkap AKP Afrino Chaniago pada saat menjenguk Aditya.

(pr)

0 comments:

Posting Komentar

Advertisement

loading...


eqmap

SUMATERA UTARA

Wedding Of

Wedding Of

POLDA SUMBAR

JMSI

JMSI

KOMUNITAS

KULINER


MENTAWAI


MANCANEGARA


Remaja dan Prestasi

Khazanah

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views



Terkini


HISTORIA


Rantau


Opini


FACEBOOK - TWEETER


BUMN










Adv