17 Oktober 2022

Proyek Gedung Kebudayaan Sumbar Telan Anggaran Rp7,3 M, Pekerjaan Masih Belum Sesuai Harapan



PADANG, (GemaMedianet.com| Meski sudah teken kontrak sejak tanggal 9 Juni 2022, namun hingga kini Proyek Pembangunan Gedung Kebudayaan Sumatera Barat (Sumbar) di Kota Padang senilai Rp7.330.829.484,45 ini masih belum menunjukkan perkembangan yang cukup berarti.

Ketika hal itu dikonfirmasi kepada pihak kontraktor pelaksana, Didi, dia mengaku pihaknya sudah bekerja sesuai kontrak.

"Hingga saat ini progres pekerjaan sudah plus 6 persen," katanya, Senin (10/10) tanpa menjelaskan lambannya progres pengerjaan proyek yang harus rampung dalam 180 hari kalender ini.

Menurutnya, karena ini pekerjaan struktur dan untuk bangunan bertingkat, beberapa tiang pancang telah dilakukan penancapannya di sejumlah titik.

Ketika ditanyakan kedalaman dan panjang serta jumlah tiang pancang pada kegiatan Penataan dan Penyelenggaraan Bangunan Gedung Untuk Kepentingan Strategis Provinsi tersebut, Didi tak menjawab.

Begitu juga ketika ditanyakan jumlah lantai gedung yang akan dibangun dengan pekerjaan struktur tersebut, Didi juga tak menjawab.

"Lebih baik kita bertemu dulu, supaya bisa saya jelaskan lebih lanjut," ujar Didi yang membawa bendera CV Hakaye Utama dalam proyek ini.

Sekaitan belum ada jawaban, Didi yang kembali dikonfirmasi Rabu (12/10) mengungkapkan, proyek yang dikerjakannya telah mencapai progres 50 persen lebih. Bahkan, dia memastikan awal Desember mendatang proyek sudah selesai.

Ketika ditanyakan kembali kedalaman tiang pancang, panjang tiang pancang dan jumlah tiang pancang serta jumlah lantai yang akan dibangun dengan pekerjaan struktur tersebut, Didi berdalih untuk bertemu dulu.

"Supaya item pekerjaannya dapat lebih saya jelaskan. Lagian, saya juga orang media koq pak," kata Didi terkesan "pongah" tanpa menyebutkan media yang dia maksud.

Di sisi lain, sekaitan progres 50 persen yang dicapai pihak kontraktor pelaksana itu tak sedikit pemerhati proyek ke-PU-an yang mengaku "takjub", namun banyak pula yang menanggapi secara biasa.

"Pekerjaan struktur seperti itu gampang-gampang sulit. Semua tergantung dana standby. Kalau dana cukup, pekerjaan cepat selesai hingga berakhirnya masa kontrak," tutur sejumlah kontraktor dalam pembicaraan ringan di kawasan Padang Baru belum lama ini.

Selain itu, peran pengawas juga penting dalam mendorong lebih cepat selesainya pekerjaan struktur tersebut sesuai tahapan tertentu kemajuan fisik yang diawasi, kata pemerhati konstruksi berinisial B ini.

Sebelumnya, sejumlah kalangan sempat khawatir hingga berakhirnya masa kontrak dengan sisa waktu beberapa bulan ke depan, proyek strategis Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) itu terancam tak selesai. Pasalnya, selain pekerjaan baru dimulai awal September lalu, pun beberapa kali tim media ini ke lokasi tidak menemukan pihak berwenang dalam pengawasan proyek tersebut.

Namun tidak demikian dengan Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumbar, Era Sukma Munaf.

Menurutnya, semua  pekerjaan punya proses, termasuk pengadaannya. Bukan berarti, sudah kontrak langsung memancang, tentu butuh waktu untuk pengadaannya.

"Waktu pengadaan juga masuk dalam waktu pelaksanaan," kata Era Sukma melalui pesan whatsapp-nya, Jum'at (9/9).

Kendati demikian, Era Sukma berjanji akan mencek jadual pelaksanaan pekerjaan tersebut.

"Kita cek nanti jadual pekerjaannya, Trims," kata Era Sukma lagi.

(pd/mz/de/ak)

0 comments:

Posting Komentar

Advertisement

loading...


eqmap

SUMATERA UTARA

JMSI

JMSI

Mario Syahjohan

Mario Syahjohan

POLDA SUMBAR

KOMUNITAS

KULINER

MENTAWAI

MANCANEGARA


Remaja dan Prestasi

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views


Terkini



Rantau

HISTORIA



FACEBOOK - TWEETER


Artikel


BUMN


Khazanah






Adv