16 September 2019

Bupati Yusuf Lubis Orasi Ilmiah "Pendidikan dan SDM Pasaman" Dihadapan Ratusan Wisudawan UNP ke- 116


PASAMAN(GemaMedianet.com— Pembangunan di Kabupaten Pasaman masih tertinggal jika dibandingkan dengan kabupaten/kota yang ada di Sumatera Barat. Kondisi tersebut mengharuskan Pemerintah Daerah Pasaman untuk mengejar ketertinggalan, sehingga bisa sejajar dengan daerah lainnya.

“Kami terus berjuang dan bekerjakeras dengan ikhlas untuk menjadikan Pasaman sejajar dengan daerah lain. Diantaranya dengan berupaya untuk mempercepat peningkatan derajat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat,” sebut Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis saat  memberikan orasi ilmiah dihadapan ratusan wisudawan/wisudawati Universitas Negeri Padang (UNP) periode ke- 116, di Auditorium UNP, Minggu (15/9/2019) 

Dalam penyampaian Orasi Ilmiah tersebut, Bupati Yusuf Lubis memberikan tema "Arah pengembangan dan kebijakan pendidikan di Kabupaten Pasaman".

Ia mengatakan, salah satu ketertinggalan Kabupaten Pasaman sampai saat ini adalah pada bidang pendidikan. Bagaimana akan mampu melakukan percepatan pembangunan di daerah jika kualitas sumber daya manuasia (SDM) yang dimiliki belum mapu bersaing pada tingkat yang lebih tinggi. 

“Angka rata-rata lama sekolah kabupaten Pasaman tahun 2015 baru berada pada angka 7.62 parsen. Begitu juga dengan indikator lainnya pada bidang pendidikan yang masih cukup relatif rendah dibanding kabupaten/kota lain," ucapnya.

Pendidikan kata dia, akan sangat mempengaruhi tingkat dan kualitas SDM. Pendidikan  berperan penting dalam pembangunan penyelenggaraan pemerintahan, sektor swasta dan bidang lainnya menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Berdasarkan kondisi dan permasalahan itu, kami yang dilantik menjadi Bupati Pasaman bersama Atos Pratama sebagai Wakil Bupati mengangkat visi terwujudnya masyarakat yang sejahtera, agamis dan berbudaya," katanya.

Selanjutnya, pembangunan pendidikan menjadi pilar utama pembangunan yang dirumuskan pada mini meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan pendidikan, kesehatan, sumber daya manusia dan penanggulangan kemiskinan.

“Kesejahteraan masyarakat yang akan kita wujudkan sangat ditentukan oleh tingkat pendidikan, peningkatan kesehatan dan kemampuan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Adapun arah kebijakan pembangunan pendidikan kabupaten Pasaman yang dilaksanakan saat ini, diantaranya penyelenggaraan wajib belajar 9 tahun. 

"Kondisi pendidikan saat ini telah mampu mengangkat angka harapan sekolah (AHS) Kabupaten Pasaman dari 12,71 tahun 2016 menjadi 12,78 di tahun 2018," ucapnya. 

Dalam mendukung pendidikan 9 tahun itu, juga didukung oleh jumlah satuan pendidikan yakni, jumlah satuan pendisikan  Sd terdapat 246 sekolah, dan SMP 38 sekolah. Untuk di lingkungan Kemenag, terdapat 10 Madrasah Ibtidayah, dan 15 madrasah Tsanawiyah.

"Pendukung terselenggaranya pendidikan di daerah ini, Pemda telah mendirikan sebanyak 243 SD Negeri, 3 SD Swasta,  MI 10, SMP Negeri 38, MTs 15 Madrasah, SMA 14 negeri dan swasta, SMK 9 negeri dan swasta, Madrasah aliyah 10 dan 2 perguruan tinggi. Peningkatan faailitas penyelenggaraan pendidikan non formal (PNF), informal, berkebutuhan khusus, dan akademi komunitas juga menjadi perhatian bagi kita si daerah," ucapnya.

Ditambahkannya, penyediaan bantuan untuk anak kurang mampu seperti ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, terutama bagi anak kurang mampu juga diakomodir melalui Baznas Pasaman.

"Untuk peningkatan ketersediaan data berbasis teknologi informasi melalui Kominfo juga difasilitasi semua, mulai dari SD, dan SMP. Saat ini sudah ada 45 parsen jaringan internet yang telah terkoneksi di sekolah," katanya.

Kemudian, bupati menambahkan untuk peningkatan kemitraan antara Pemda dengan lembaga/stakeholder pendidikan, Pemda Pasaman juga telah melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi di Indonesia seperti IPB, UNAND, UNP, Universitas Bung Hatta, STKIP PGRI, dan UMSB.

"Kita berharap, seluruh arah pengembangan dan kebijakan pendidikan di Kabupaten Pasaman kedepan dapat terlaksana dengan baik sesuai yang kita inginkan," tukasnya. (Noel/Humas)

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Florikultura Indonesia 2019 dan Pedatani

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER