29 May 2021

Wagub Sumut Jajaki Penerapan Pertanian Presisi di Puslitbang Diklat Agrinas



BEKASI, (GemaMedianet.com| Sektor pertanian menjadi hal penting dalam meningkatkan perekonomian, khususnya di satu daerah. Menyadari hal ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) terus menjajaki pemanfaatan teknologi pertanian presisi (precision agriculture) dari perusahaan Lead Tech International (LTI). 

Melanjuti pertemuan dengan PT Buana Selaras Investment dan pihak terkait mengenai sistem pertanian presisi di Kota Medan beberapa waktu lalu, Wakil Gubernur (Wagub) Musa Rajekshah mengunjungi Lahan Puslitbang Diklat Agrinas di Cisaat, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (27/5/2021).

Lahan yang digagas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ini menerapkan sistem pertanian presisi.

"Kunjungan ini untuk melihat langsung bagaimana sistem presisi ini diterapkan," ujar Wagub Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.

Ijeck didampingi Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut Bahruddin Siregar melanjutkan, sistem presisi ini terbukti mampu meningkatan produktivitas pangan karena telah dilengkapi teknologi yang bisa dengan tepat memenuhi kebutuhan tanaman. Namun, biaya atau investasi awal dalam penerapan pertanian presisi ini cukup besar.

"Biaya investasi awal yang cukup besar tidak mungkin petani yang keluarkan, untuk itu kita akan terus menjajaki. Apakah nanti biaya dari pemerintah, atau ada pihak swasta yang mau berinvestasi, perlu dijajaki lagi. Tapi target kita secepatnya bisa diterapkan, karena awalnya saja yang butuh biaya cukup besar setelahnya lebih menekan biaya operasional," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Buwana Selaras Investment Widjajanto selaku pemegang lisensi sistem LTI, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Wagub Sumut ke lahan pertanian percontohan pertanian presisi. 

"Lahan sebeluas lima hektare ini kerja sama antara kami (PT Buwana Selaras Investment) dengan Menhan. Tanaman yang sudah ditanam di sini ada padi, mangga, melon, manggis, coklat, singkong, tebu, kapas yang sudah dipanen," ujarnya.

Teknologi pertanian presisi ini, lanjutnya, menggunakan sejumlah pipa khusus (dripping lines), dan diikuti dengan pemasangan sensor, dan penyediaan ruang kontrol (control room). Penerapan teknologi ini memungkinkan untuk memonitor kebutuhan air hingga pupuk. (red/infosumut)

0 komentar:

Post a Comment

Advertisement

loading...


eqmap

POLDA SUMBAR


SUMATERA UTARA

KOMUNITAS


HUMANITY

KULINER


PARIWISATA


MANCANEGARA



IKLAN

IKLAN

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views


Terkini


Ekonomi Bisnis



HISTORIA



Artikel


FACEBOOK - TWEETER

INFO GEMPA





Infrastruktur




IKLAN

IKLAN

Adv






KARIR