18 May 2020

Wali Nagari Pulasan Ekstra Hati-hati Dalam Pendataan Penerima Manfaat BLT Dana Desa


SIJUNJUNG, (GemaMedianet.com— Agar tidak melahirkan protes, pihak Pemerintah Nagari Pulasan memilih penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa terlambat daripada tidak tepat sasaran.

"Ini terjadi karena kita masih khawatir pembagian bantuan itu bermasalah," terang Wali Nagari Pulasan Awardi pada GemaMedianet.com, Minggu (19/5/3020).

Awardi menyebutkan, langkah untuk memilih jurus terlambat asal selamat dan tepat sasaran sudah disampaikan pada rapat beberapa waktu lalu dengan melibatkan Badan Permusyawaratan Nagari (BPN), Lembaga Swadaya Masyarakat (LPM), Kerapatan Adat Nagari (KAN), Ketua Pemuda Nagari serta unsur-unsur lainnya.

Di kesempatan itu dirinya menyampaikan bahwa pencairan BLT dari Dana Desa Nagari Pulasan kemungkinan agak terlambat dari Nagari-nagari lain, sebab dibutuhkan kehati-hatian dalam menetapkan penerima manfaat tersebut.

"Harapannya agar BLT tepat sasaran serta tidak ada yang ganda, dan semoga nantinya tidak ada permasalahan di lapangan," tukasnya.

Ia menambahkan, pendataan dilakukan secara door to door oleh masing-masing kepala jorong dan TU-nya. Selain BLT, bantuan-bantuan lainnya yang telah didata dan ada juga masyarakat telah menerima di luar Dana Desa adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako dari Kemenag sebanyak 262 KK, BST Kemensos sebanyak 156 KK, BLT Provinsi 103 KK, Tambahan Program Sembako 5 KK, Pramuka Peduli 15 KK, Sembako Bansos sebanyak 8 KK, BLT Kabupaten sebanyak 220 KK, dan akan ditambah lagi dari Dana Desa sebanyak 165 KK.

"Jadi, total Kepala Keluarga penerima manfaat sebanyak 934 KK. Namun ini masih rekap data sementara, bisa jadi akan ada penambahan," terangnya.

Terakhir, Awardi berharap masyarakat yang terkena dampak dari Pandemi Covid-19 selalu berhati-hati dan selalu menjaga kesehatan walaupun Kabupaten Sijunjung hingga saat ini masih kategori zona hijau.

"Semoga kita dapat melewati masa ini dengan aman, dan Covid-19 cepat berlalu sehingga masyarakat dapat kembali beraktifitas normal seperti sedia kala," pungkasnya. (dm

0 komentar:

Post a Comment

Advertisement

loading...


eqmap

Iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN IKW RI

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Ekonomi Bisnis

IKLAN

Terkini

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER

INFO GEMPA

KARIR