20 November 2019

Gencarkan Mitigasi Bencana, BPBD Sumbar Persiapkan Masyarakat Tangguh Melalui Bimtek Jitu Pasna


PADANG, (GemaMedianet.com— Berpotensi sebagai daerah rawan bencana, Sumatera Barat memiliki tingkat risiko bencana yang tinggi. Sekaitan itu diperlukan langkah-langkah pengurangan risiko bencana melalui mitigasi secara berkesinambungan.

Sejalan dengan itu Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berkomitmen dan serius untuk melakukan penanggulangan bencana.

Salah satunya dengan dilaksanakannya mitigasi bencana melalui Bimbingan teknis (Bimtek) program hitung cepat pengkajian kebutuhan pasca bencana (Jitu Pasna). 

"Kegiatan Bimtek kali ini merupakan angkatan III," ungkap Kalaksa BPBD Sumbar, Erman Rahman ketika membuka acara Bimtek yang dilangsungkan di salah satu hotel berbintang di Kota Padang, Rabu (20/11/2019).

Erman juga menyebutkan, penanggulangan bencana harus dilakukan sejak tahap pra bencana, saat bencana hingga pasca bencana.

Oleh karena itu, lanjutnya, perlu mempersiapkan masyarakat yang tangguh bencana, serta mempercepat proses bantuan pasca bencana,m.

Sementara, Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi (RR) BPBD Sumbar, Suryadi Eviontri menambahkan, penanggulangan bencana diatur dalam Undang Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2007.

Dalam peraturan perundangan tersebut, dinyatakan, bahwa dalam penanggulangan bencana haruslah dilakukan secara bersama-sama dengan berbagai upaya.

"Untuk itu semua unsur yang ada, seperti masyarakat, pemerintah daerah dan pusat serta dunia usaha ikut terlibat sesuai dengan kapasitasnya masing masing," terang Suryadi yang akrab disapa pak Os ini. 

Dijelaskan Suryadi, pada penanganan darurat berlangsung, maka tahapan pemulihan yaitu rehabilitasi dan rekonstruksi (RR) juga segera dimulai dengan melakukan perhitungan atau penilaian awal atas akibat dan dampak bencana tersebut.

"Penilaian akibat bencana meliputi penilaian atas kerusakan, kerugian, gangguan akses, gangguan fungsi dan peningkatan risiko. Kemudian penilaian dampak bencana meliputi perekonomian dan fiskal, kehidupan sosial dan budaya, politik, kualitas pembangunan manusia dan kualitas lingkungan hidup," tukasnya. (em) 

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Florikultura Indonesia 2019 dan Pedatani

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER