PADANG, (GemaMedianet.com) | Suasana Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Padang, Sumatera Barat di Balai Kota Air Pacah mendadak ramai pada Jumat (20/2/2026).
Sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) tingkat SD dan SMP se-Kota Padang tampak mengantre tertib di lantai III gedung tersebut.
Bukan untuk berdemonstrasi, kehadiran para pahlawan tanpa tanda jasa ini bertujuan untuk melakukan aktivasi Tanda Tangan Elektronik (TTE), sebuah langkah besar menuju digitalisasi administrasi pendidikan di Kota Padang.
TTE bukan sekadar memindahkan tanda tangan manual ke bentuk gambar digital. Fazarianti, Sandiman Ahli Muda Diskominfo Padang, menjelaskan bahwa TTE adalah sertifikat elektronik hasil kerja sama Pemko Padang dengan Balai Sertifikat Elektronik (BSrE) di bawah naungan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
“Tanda tangan elektronik ini sangat spesifik. Jika manual berisiko dipalsukan, TTE ini sangat sulit karena sistem merekam identitas penandatangan, waktu, hingga lokasi secara detail. Jika ada dokumen yang diubah sedikit saja setelah ditandatangani, sistem otomatis menyatakannya tidak valid,” tegas Fazarianti.
Meski sedang menjalankan ibadah puasa, para kepala sekolah tampak antusias mengikuti proses aktivasi. Teknologi ini dinilai sebagai solusi jitu untuk memangkas proses birokrasi yang selama ini sering terkendala kehadiran fisik pejabat.
Keunggulan TTE bagi Kepala Sekolah, antaea kain pertama, Efisien. Dokumen dapat ditandatangani dimana saja tanpa harus berada di kantor.
Kedua, Terintegrasi. Sudah terkoneksi dengan aplikasi SRIKANDI, INAPROC, SIAP Disdukcapil, hingga JDIH. Ketiga, Keamanan Data yakni menjaga kerahasiaan (confidentiality) dokumen negara.
Target : Seluruh ASN Memiliki TTE
Pemerintah Kota Padang memiliki visi besar dalam transformasi digital. Diskominfo berperan penuh sebagai verifikator, mulai dari pendaftaran hingga penanganan kendala teknis seperti lupa passphrase atau mutasi jabatan.
“Fokus saat ini adalah pejabat garda terdepan pelayan publik, mulai dari Kepala OPD, Camat, Lurah, Kepala Puskesmas, hingga Kepala Sekolah. Targetnya, dalam 3-4 tahun ke depan, seluruh ASN di Kota Padang sudah memiliki TTE,” tambah Fazarianti.
Dengan aktivasi ini, proses administrasi di sekolah-sekolah kini tidak lagi terhambat oleh tumpukan berkas fisik, menjadikan layanan pendidikan di Kota Padang semakin gesit dan transparan. (kmf)
#Editor: Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment