PADANG, (GemaMedianet.com) | Bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang pada 28 November lalu telah mengakibatkan kerusakan masif dan kemerosotan ekonomi. Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengonfirmasi bahwa total nilai kerugian dan kerusakan yang dialami daerah tersebut mencapai angka yang sangat signifikan, yakni Rp5,5 Triliun.
Berdasarkan hasil diskusi bersama, nilai kerugian terbagi ke dalam beberapa sektor utama, yakni Sektor Infrastruktur Rp2,7 triliun, Sektor Perumahan Rp2,4 Triliun, Sektor Ekonomi Rp154 Miliar, Lintas Sektor Rp140 Miliar, dan Sektor Sosial Rp93 Miliar.
Dampak bencana ini menyentuh ribuan jiwa serta merusak ratusan bangunan publik maupun pribadi.
Untuk rumah masyarakat tercatat 556 unit rusak berat, 2.207 unit rusak sedang, dan 2.934 unit rusak ringan. Kemudian, Prasarana Jalan & Jembatan Kerusakan mencakup 74.000 meter jalan dan 13 unit jembatan.
Lalu, Sumber Daya Air Sebanyak 22 bendungan dilaporkan terdampak. Sedangkan Fasilitas Publik sbanyak 5 unit gedung pemerintahan, serta berbagai fasilitas pendidikan, kesehatan, rumah ibadah, dan sistem air bersih turut mengalami kerusakan.
Langkah Penanganan dan Relokasi
Bencana ini berdampak langsung pada 67.563 jiwa warga Padang. Sebagai solusi jangka panjang, Pemerintah Kota (Pemko) Padang telah mengambil langkah strategis, diantaranya Penyediaan Huntap
Pemko Padang menyediakan Hunian Tetap (Huntap) di kawasan Balai Gadang dan Kecamatan Pauh.
Sementara relokasi ditargetkan sebanyak 800 unit Huntap disiapkan khusus untuk warga yang selama ini tinggal di bibir sungai guna menghindari risiko bencana di masa depan.
#Editor: Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment