23 December 2019

Diseminasi Hasil Riset Kepemiluan 2019, Visi Misi Calon Alasan Terbesar Pemilih Tentukan Pilihan


PADANG, (GemaMedianet.com— Berdasarkan hasil riset yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU), tingkat pendidikan berpengaruh terhadap kebutuhan media sosialisasi. Sedangkan visi misi calon menjadi alasan terbesar pemilih untuk menentukan pilihannya.

Hal itu diungkapkan Komisionar KPU Sumbar, Gebril Daulai, S. Pt, M. Ikom dalam deseminasi riset pemetaan persepsi atas penyelenggaraan sosialisasi dan pendidikan pemilih pada pemilu 2019 yang dilangsungkan di Pangeran Beach Hotel, Minggu (22/12/2019).

Dijelaskan Gebril, pemilih dengan tingkat pendidikan rendah dan semakin tinggi usia lebih membutuhkan sosialisasi dalam bentuk interaksi langsung melalui forum warga.

Sebaliknya, semakin tinggi pendidikan dan semakin muda usia pemilih, maka media sosialisasi yang dibutuhkan lebih cenderung pada media yang bersifat personal dan interaktif.

"Dari hasil riset KPU sebanyak 47,67 persen responden adalah berpendidikan SMA. Persentase ini merupakan tertinggi dibandingkan SMP, Sarjana dan SD/tidak sekolah, secara berturut-turut yakni 20,82 persen, 16,99 persen dan 14,52 persen,” ungkap Gebril yang sekaligus bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.

Gebril juga menyebutkan,alasan untuk menentukan pilihan berdasarkan hasil survei KPU Sumbar pada Pilpres, terungkap bahwa visi misi menjadi alasan terbesar pemilih dalam menentukan pilihannya dengan presentase 34,59 persen.

Alasan kedua terbanyak yaitu berdasarkan faktor figur atau calon sebesar 27,57 persen. Sedangkan alasan intimidasi, tekanan dan ancaman tercatat 0,00 persen.
Begitu juga penyebaran hoax dan hate speech yang masif dalam pemilu 2019, sebutnya lagi, ternyata tidak mempengaruhi rasionalitas pemilih di Sumatera Barat.

Namun demikian, kata Gebril, faktor kesamaan agama calon dengan pemilih, khususnya pada level pemilih berpendidikan rendah, tidak bisa dingkari menentukan seseorang ikut memilih. Dan untuk hal ini perlu dilakukan riset lebih dalam.

Gebril menambahkan, dalam hasil riset KPU itu juga ada penemuan 10,50 persen calon pemilih  tidak di data petugas, dan hal ini juga perlu didalami. Dan 29 persen masyarakat tidak mau melakukan pengecekan namanya pada data pemilih.

Namun, lanjut Gebril, bahwa hal yang cukup menggembirakan, adalah ternyata berdasarkan hasil riset pemilih pemula jauh lebih intens untuk mengetahui apakah mereka terdaftar sebagai pemilih.

"Dengan demikian faktor pendidikan ternyata juga mempengaruhi keaktifan pemilih. Oleh karena itu partisipasi aktif pemilih ikut menentukan kesuksesan Pemilu, dan harapannya pada pemilih mendatang 100 persen masyarakat usia pemilih juga sudah terdata dengan baik dan proaktif," pungkasnya.

Sementara narasumber lainnya, Dosen Sosiologi Universitas Negeri Padang (UNP), Eka Vidya Putra mengatakan, teknis pemilu, sosialisasi yang dilakukan oleh KPU dinilai efektif. Namun substansi pemilu, masih perlu penguatan. Terutama terkait dengan pendidikan politik.

Oleh karena itu, sebut Eka, pendidikan politik perlu menjadi perhatian KPU ke depan.


"Ini penting, karena Generasi x yakni usia 37-48 tahun adalah pemilih yang rasional di Sumbar," tukasnya.

Deseminasi itu sendiri dihadiri oleh para wartawan, staf KPU dan undangan lainnya. (mrh)

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Florikultura Indonesia 2019 dan Pedatani

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER