06 November 2021

IGC Rekonstruksi Mahamangsa di Event Kedua Mahakarya Gastronosia




MAGELANG, (GemaMedianet.com| Indonesian Gastronomy Community (IGC) menggelar mahakarya Gastronosia "Dari Borobudur untuk Nusantara" pada 29 Oktober – 31 Oktober 2021. Salah satu kegiatan pada rangkaian acara program Gastronomi Indonesia tersebut, adalah mereplikasi jamuan makan malam Shima yang dilakukan pada Sabtu, 30 Oktober 2021 di sebuah restoran yang berada di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Replikasi jamuan makan malam Shima tersebut dihadiri oleh Ratna Nuryanto (Budayawati/Wakil Ketua Panitia Gastronosia), Anggi Bambang (Sekretaris TP-PKK DIY), Ria Musiawan (Ketua Umum IGC), Indah Juanita (Direktur Utama Badan Otorita Borobudur), Hilmar Farid (Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi/ Kemendikbud Ristek), Chef dan Pengarah Acara Gastronosia, serta Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu (GKBRAy) Adipati Paku Alam X. Acara tersebut diikuti oleh para peserta dengan penuh antusias.

Pada malam replikasi Perjamuan Shima tersebut disuguhkan makanan ala raja dengan Starter berupa Urap Sayuran, dan makanan utama, yakni Sekul Mantiman, Sedangkan hidangan pilihan terdiri dari Harang-Harang Kidang (Rusa bakar), Knas Kyasan (Kicik Daging Rusa), Rumbah Hadangan Prana (Daging Kerbau Cacah), Harang-harang Kyasan (Sidat Bakar), Klaka Wagalan (Ikan Beong bumbu kuning), Kwelan Hryas (Sayur Batang pisang), dan Hidangan Penutup, yakni Dwadal (Dodol durian).

Ria Musiawan, Ketua Umum IGC saat diwawancarai pada Selasa (2/11/2021) mengatakan, perjamuan Shima merupakan sebuah jamuan makan malam ala raja (Mahamangsa) abad 8–10 Masehi yang direkonstruksi kembali oleh IGC direlief Candi Borobudur, dan disuguhkan kepada para tamu undangan dengan meriah dan semarak, berlatarkan Candi Borobudur. 

BACA JUGA : Rasakan Jadi Raja Semalam Dalam Perjamuan Shima, IGC Gelar Gastronosia "Dari Borobudur Untuk Nusantara"

Dijelaskan Ria Musiawan, Mahamangsa merupakan makanan dari era Mataram Kuno yang disajikan khusus untuk raja. Pada acara-acara tertentu, hidangan ini disuguhkan pula kepada pemimpin-pemimpin wilayah yang telah diangkat menjadi pemimpin Shima atau kepada mereka yang berjasa pada raja. 

Adapun Perjamuan Shima yang dinikmati oleh para undangan pada malam tersebut banyak terdapat dalam prasasti-prasati yang dikeluarkan pada masa Mataram Kuno. Dalam upacara Shima, perayaan menjadi salah satu kegiatan penting dan Mahamangsa disuguhkan saat perjamuan ini. Adapun Mahamangsa merupakan makanan dari era Mataram kuno yang disajikan khusus untuk raja.

Lebih lanjut Ria Musiawan mengatakan, upaya IGC dalam merekonstruksi Mahamangsa ini adalah mengangkat kembali budaya makanan kuno sesuai dengan misi IGC dalam memahami konsep makanan istimewa para raja, dan bukan untuk menetapkan para hadirin menjadi Shima-nya. 

Acara Gastronosia ini selaras dengan visi dan misi IGC untuk melestarikan makanan Indonesia beserta narasi budayanya, agar dapat memajukan dan berdaya guna bagi bangsa Indonesia, serta membawa selera makanan Indonesia untuk dibawa ke kancah dunia.

Hilmar Farid, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek dalam sambutannya saat menghadiri acara tersebut mengatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih dan bersyukur malam ini akhirnya dirinya bisa turut merasakan hasil dari pekerjaan riset dan pendalaman materi yang telah dilakukan oleh teman-teman di IGC. 

Hillary juga memohon produk lokal harus diangkat, dan dipergunakan atau dikonsumsi dengan bangga oleh masyarakat Indonesia sendiri, dan diperkenalkan ke mancanegara. 

Sementara itu, Sumartoyo, Pengarah dan juga Chef pada acara Gastronosia tersebut mengatakan, pihaknya terus menggali dan berusaha mengembangkan sesuai dengan apa yang terdapat pada prasasti. 

Misalnya, sebut Sumartoyo, pada masa Mataram Kuno tersebut tidak ada Cabe, adanya Kemukus. Kemudian, kalau Rusa dahulu sangat banyak di sekitar Borobudur, namun sekarang harus didatangkan dari luar kota, bahkan luar Jawa. 

"Untuk itu, upaya mengembangkan peternakan rusa sebaiknya ada,” ujarnya.

(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

0 komentar:

Post a Comment

Advertisement

loading...


eqmap

POLDA SUMBAR


SUMATERA UTARA

KOMUNITAS


HUMANITY

KULINER


MENTAWAI


MANCANEGARA



IKLAN

IKLAN



TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views


Terkini



Pariaman


HISTORIA

FACEBOOK - TWEETER




Artikel


INFO GEMPA


BUMD








IKLAN

IKLAN

Adv

KARIR