PADANG (GemaMedianet.com) | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat memberikan atensi serius terhadap mencuatnya isu LGBT yang belakangan ramai diperbincangkan publik, termasuk dugaan kemunculannya di lingkungan kampus Universitas Negeri Padang (UNP). Fenomena ini dinilai bersinggungan langsung dengan falsafah hidup masyarakat Minangkabau.
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Nanda Satria, menegaskan bahwa pihaknya memandang serius perkembangan isu ini karena berkaitan erat dengan nilai sosial, adat, dan agama yang dijunjung tinggi di Ranah Minang, yakni Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
"Sumatera Barat adalah daerah yang memegang teguh adat dan agama. Munculnya fenomena sosial seperti ini perlu kita sikapi dengan sangat hati-hati namun tetap tegas dalam koridor nilai lokal kita," ujar Nanda Satria kepada wartawan, Senin (6/4/2026).
Terkait langkah hukum, Nanda mengungkapkan bahwa hingga saat ini Sumatera Barat belum memiliki Peraturan Daerah (Perda) yang secara spesifik mengatur mengenai LGBT. Namun, ia menekankan bahwa sejumlah regulasi mengenai ketertiban umum sebenarnya masih bisa menjadi instrumen awal untuk menjaga norma sosial.
"Perda khusus memang belum ada. Saat ini kami sedang mencari 'cantolan' hukum yang pas. Kita harus memastikan regulasi daerah ini nantinya sinkron dan tidak bertentangan dengan undang-undang atau peraturan di tingkat pusat," jelasnya.
DPRD Sumbar, lanjut Nanda, membutuhkan masukan komprehensif dari tim ahli, akademisi, hingga tokoh masyarakat dan agama guna merumuskan kebijakan yang memiliki dasar hukum kuat serta aplikatif di lapangan.
Edukasi dan Peran Keluarga
Selain menempuh jalur regulasi, politisi muda ini menilai pendekatan edukasi jauh lebih krusial. Peran keluarga, lembaga pendidikan, serta tokoh adat dan agama menjadi garda terdepan dalam memperkuat imunitas sosial generasi muda dari pengaruh luar yang tidak sesuai dengan budaya Minangkabau.
"Globalisasi dan keterbukaan informasi memang tidak bisa kita bendung sepenuhnya, namun nilai-nilai lokal harus menjadi filter. Kita ingin memastikan nilai adat dan norma di Sumbar tetap terjaga melalui langkah yang bijak dan terukur," tutupnya.
#Editor: Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment