12 July 2019

DPRD Sumbar Terima Kunjungan Korps Alumni KMM Jaya, Wakil Ketua Arkadius Beberkan Antisipasi Degradasi Keminangan


PADANG(GemaMedianet.com— Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat, Hendra Irwan Rahim menerima kunjungan silaturahim dan audiensi Korps Alumni Keluarga Mahasiswa Minangkabau (KMM) Jaya di ruang khusus gedung DPRD setempat, Kamis (11/7/2019).

Penerimaan kunjungan organisasi asal Jakarta itu ditandai dengan penyerahan plakat DPRD Sumbar oleh Hendra Irwan Rahim kepada pengurus KMM Jaya. Begitu juga sebaliknya.

Kegiatan itu diikuti Wakil Ketua DPRD Arkadius Dt Intan Bano, Anggota DPRD Edrison Efendi, Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Gemala Ranti, Sekretaris DPRD Reflis dan para staf ahli DPRD Sumbar.

Dalam pertemuan yang berlanjut dengan diskusi tersebut, salah seorang pengurus KMM Jaya, Musril Zahari memaparkan keprihatinan KMM Jaya terhadap "Peredupan rasa keminangan" di tengah masyarakat, terutama generasi muda.

Latar belakang penilaian itu, kata Musril, terlihat dari sesuatu hal yang mestinya tidak terjadi, tapi kemudian terjadi hari ini. Ia mencontohkan, mulai ditinggalkannya Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), dan masjid/surau tempat mengasah akal, iman dan akhlak juga sudah lengang. 

Sementara, Wakil Ketua DPRD Arkadius Dt Intan Bano menyampaikan, apa terkait degradasi dan sejumlah permasalahan-permasalahan yang menjadi perhatian KMM Jaya tersebut Pemprov Sumbar dan DPRD telah membuat beberapa regulasi sebagai upaya dan antisipasi degradasi sehingga  nilai-nilai Minangkabau itu tetap terpelihara. Diantaranya Peraturan Daerah (Perda) tentang Nagari. 

Di bidang adat dan budaya, DPRD dan Pemprov Sumbar mempersiapkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan berdiri sendiri. Dengan lahirnya Dinas Kebudayaan. 

"Dinas Kebudayaan memiliki tiga tugas pokok dan fungsi (tupoksi), yakni pertama, melakukan revitalisasi kelembagaan adat. Kedua, peningkatan kemampuan kapasitas pemangku adat. Ketiga, sosialisasi dan pengembangan produk-produk adat," ungkapnya. 

Selain itu, telah dilakukan pengukuhan kembali Sumpah Sati Bukik Marapalam yang melahirkan filosofi Adat basandi syarak, Syarak basandi kitabullah (ABS-SBK) sebagai identitas masyarakat Minangkabau di Puncak Pato, Nagari Batu Bulek, Kecamatan Lintau Utara, Kabupaten Tanah Datar, pada 15 Desember 2018. 

Sedangkan untuk keagamaan, sebut Arkadius, saat ini telah banyak berkembang Rumah Tahfiz. Ia  juga mencontohkan upaya menjadikan masjid dan surau sebagai information center. Seperti Masjid Al Amin di Batusangkar, tidak saja ramai kegiatan keagamaan, tetapi juga bersamaan dengan pendidikan TPQ, Rumah Tahfiz, dan Koperasi Syariah.

"Masjid Al Amin yang berada di Kampung saya Batusangkar itu merupakan satu-satunya masjid yang memadukan berbagai bidang dan kegiatan," tukasnya.

Terakhir, Arkadius berharap lewat pertemuan ini ada pointer dari Korps Alumni KMM Jaya sebagai masukan dan langkah-langkah strategis untuk dilakukan.

"Apakah itu dalam bentuk tatanan regulasi, budgetting, sehingga mampu menghindari degradasi nilai-nilai adat di Sumbar," pungkasnya. (uki) 

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Florikultura Indonesia 2019 dan Pedatani

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER