20 June 2019

Livestock Expo dan Kontes Ternak 2019 Digelar 26-28 Juni, Berdayakan Peternak Sebagai Mitra Guna Menunjang Pembangunan


PADANG(GemaMedianet.com— Dalam waktu dekat, jika tidak ada aral melintang Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Sumatera Barat dalam waktu dekat akan menggelar agenda iven tahunan Livestock Expo dan Kontes Ternak. Agenda yang memasuki perhelatan ke VIII tahun ini dijadualkan berlangsung pada 26-28 Juni 2019.

Kepala Disnakkeswan Sumbar, drh. Erinaldi, MM mengatakan, kegiatan dengan 31 agenda penting ini rencananya akan digelar selama tiga hari, mulai tanggal 26 hingga 28 Juni 2019 mendatang dengan mengambil lokasi di Lapangan belakang Kantor Walikota Padang di Aie Pacah, Koto Tangah.

Ia juga menyampaikan, agenda tahunan yang kali ini dituanrumahi oleh Kota Padang diharapkan mampu menciptakan peluang bidang agro industri terkait perkembangan teknologi industri, serta berbagai isu terbaru soal peluang investasi dan membangun kerjasama kemitraan dalam usaha perternakan di Sumbar.

"Dengan pelaksanaan Livestock Expo & Kontes Ternak 2019 selama tiga hari ini, kita mengusung tema meningkatkan pemberdayaan peternak selaku mitra dalam menunjang pembangunan peternakan," ujarnya di Padang, Rabu (19/6/2019).

Lebih lanjut Erinaldi, tujuan dilaksanakannya iven  yang multi manfaat ini adalah (1). Menyebarkan informasi hasil pembangunan peternakan di Sumatera Barat. (2). Meningkatkan promosi produk-produk unggulan daerah yang berdaya saing. (3). Meningkatkan kualitas dan kuantitas ternak. (4). Meningkatkan pelayanan peternakan dan kesehatan hewan. (5). Meningkatkan pengetahuan, wawasan, (6). Kemandirian pelaku usaha peternakan.

Dengan berbagai tujuan tersebut, Erinaldi berharap melalui iven ini juga dapat meningkatkan produksi dan produktifitas produk unggulan peternak dalam upaya swasembada daging, telur dan susu di Sumbar.

Selanjutnya, dalam upaya meningkatkan angka kelahiran ternak sapi, pemerintah telah berhasil mengadopsi teknologi inseminasi buatan (IB) dan transfer embrio (TE).

"Dengan teknologi lah kita mampu memperbaiki mutu genetik ternak, sehingga dapat  meningkatkan produksi," ujarnya.

Apalagi kebutuhan pangan dibandingkan pertumbuhan penduduk, lebih cepat pertumbuhan penduduk yang seperti deret hitung, sedangkan kebutuhan pangan seperti deret ukur.

"Oleh karena itu, peningkatan produksi dapat dicapai melalui teknologi," tukasnya. (mr) 

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Florikultura Indonesia 2019 dan Pedatani

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER