Ruang Iklan Anda

08 April 2019

TNI Prakarsai Penanaman Akar Wangi di Enam Titik Rawan Longsor Sitinjau Laut dan Perbatasan Padang - Solok


PADANG, (GemaMedianet.com) —Sebanyak enam titik kawasan rawan longsor di Sitinjau Laut dan perbatasan Kota Padang dan Kabupaten Solok ditanami pohon dengan jenis Akar Wangi (Vetiver).

Aksi penanaman pohon untuk pencegahan longsor tersebut dilakukan Korem 032/WBR, Kodim 0312/Padang, Yonif 133/Yudha Sakti, BPBD Kota Padang, Ikatan Trail Adventure (ITA) Sumbar, Nissan Terano Club Sumbar, Orari Gracida Kota Padang dan warga binaan Lapas Kelas II Padang, Sabtu (6/4/2019) pagi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Edi Hasymi mengatakan, berbagai upaya mitigasi bencana perlu dilakukan untuk mengurangi resiko yang terjadi akibat bencana. Seperti jalur Padang – Solok, ketika terjadi longsor di jalur ini, seluruh akses di jalan nasional ini menjadi terhambat dan tidak bisa dilewati, sehingga arus transportasi, ekspedisi, perdagangan dan pengiriman BMM menjadi terganggu.

“Jalur vital ini harus menjadi perhatian kita bersama. Agas akses jalan dari dan menuju Solok dan Jambi tidak terganggu,” ujar Edi.

Untuk itu, Edi Hasymi mengapresiasi penanaman akar wangi yang diprakarsai TNI di Sitinjau Laut dan daerah perbatasan Padang – Solok. Karena, Akar Wangi cukup efektif untuk menahan terjadi longsor.    

Sementara itu, Danrem 032/Wirabraja, Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo, mengatakan, penanaman Akar Wangi di Sitinjau Laut dan daerah perbatasan Padang – Solok merupakan kelanjutan dari program mitigasi bencana Korem 032/Wirabraja untuk mengantisipasi ancaman bencana longsor akibat curah hujan yang tinggi.

“Tanaman ini dapat mencegah tanah longsor, banjir, erosi, sedimentasi, dan memperbaiki kualitas tanah,” ucap Danrem 032/Wirabraja.

Ditambahkannya, Akar Wangi jika ditanam pada satu deretan akan mampu membentuk tanaman pagar yang dapat memperlambat penyebaran limpahan air, mengurangi erosi tanah serta dapat mempertahankan kelembaban tanah.

“Akar Wangi kita tanam dengan menggunakan BIOS-44 sebagai dekomposer untuk kesuburan tanah,” pungkasnya. (rel)

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Florikultura Indonesia 2019 dan Pedatani

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER