Ruang Iklan Anda

06 November 2019

Tingkat Pengangguran Terbuka di Sumbar Turun 0,22 Poin, Tertinggi SMK dan Universitas


PADANG, (GemaMedianet.com— Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melaporkan pada Bulan Agustus 2019, jumlah Angkatan Kerja di Sumatera Barat sebanyak 2,60 juta orang, naik 46,88 ribu orang dibanding Agustus 2018.

"Komponen pembentuk angkatan kerja tersebut adalah penduduk yang bekerja dan pengangguran," ungkap Kepala BPS Sumbar, Sukardi dalam press release berita resmi statistik, Selasa (5/11/2019).

Dijelaskan, pada Agustus 2019, sebanyak 2,46 juta orang penduduk bekerja, sedangkan 138,46 ribu orang menganggur.

"Dibanding tahun lalu, jumlah penduduk bekerja bertambah sebanyak 50,10 ribu dan pengangguran berkurang tiga ribuan," ujarnya.

Ia juga menyebutkan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap oleh pasar kerja.

"TPT pada Agustus 2019 sebesar 5,33 persen turun 0,22 poin bila dibandingkan bulan Agustus 2018 (5,55 persen)," tukasnya.

Sementara, dilihat dari daerah tempat tinggalnya, TPT di perkotaan tercatat lebih tinggi dibanding di perdesaan.

"Pada Agustus 2019, TPT di perkotaan sebesar 6,60 persen, sedangkan TPT pada wilayah perdesaan sebesar 4,21 persen. Dibandingkan Agustus 2018, baik TPT wilayah perkotaan maupuan perdesaan, mengalami penurunan masing-masing berturut-turut sebesar 0,11 poin dan 0,34 poin," ucapnya.

Ditambahkan, naiknya jumlah angkatan kerja, diiringi dengan meningkatnya Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). TPAK pada Agustus 2019 tercatat sebesar 67,51 persen, naik sebesar 0,25 poin dibanding setahun yang lalu.

"Peningkatan TPAK memberikan indikasi adanya kenaikan potensi ekonomi dari sisi pasokan (supply) tenaga kerja," katanya.

Diterangkan, berdasarkan jenis kelamin, terdapat perbedaan TPAK antara laki-laki dan perempuan. Pada Agustus 2019, TPAK laki-laki sebesar 81,37 persen sementara TPAK perempuan hanya sebesar 54,01 persen. Dibandingkan dengan kondisi setahun yang lalu, TPAK laki-laki naik sebesar 1,02 poin sementara TPAK perempuan turun sebesar 0,52 poin.

Dilihat dari tingkat pendidikan pada Agustus 2019, TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) paling tinggi diantara tingkat pendidikan lain yaitu sebesar 8,63 persen. TPT tertinggi berikutnya terdapat pada Universitas sebesar 8,13 persen. Dengan kata lain, ada penawaran tenaga kerja yang tidak terserap terutama pada tingkat pendidikan SMK dan Universitas.

"Mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apa saja, dapat dilihat dari TPT SD ke bawah paling kecil diantara semua tingkat pendidikan yaitu sebesar 2,34 persen," tuturnya.

Dibandingkan kondisi setahun yang lalu, TPT mengalami penurunan pada tingkat pendidikan SMP, SMK, Diploma I/II/II dan Universitas. Sementara, TPT pada jenjang SD ke bawah dan SMA sederajat mengalami kenaikan. (uki) 

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Florikultura Indonesia 2019 dan Pedatani

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER