03 July 2019

Walikota Padang Sambut Baik Film Siti Nurbaya Versi Layar Lebar


PADANG(GemaMedianet.com— Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menyambut baik akan dibuatnya film Siti Nurbaya yang kali ini bakal diangkatkan dalam sebuah film layar lebar.

Film yang mengangkat sebuah kisah yang fenomenal dan telah melegenda di Kota Padang, Sumatera Barat itu bakal diproduksi lagi untuk ditayangkan tak hanya di bioskop-bioskop di Indonesia. Film yang 100 persen mengangkat novel dari karya Marah Rusli itu juga bakal merambah pasar Malaysia dan Brunei Darussalam.

"Atas nama Pemerintah Kota Padang, kita sangat menyambut baik kembali dibuatnya film Siti Nurbaya yang dikemas dalam bentuk film layar lebar. Alhamdulillah film ini mengangkat latar belakang dan setting budaya Minangkabau, dan akan melakukan proses syuting di beberapa tempat di Kota Padang," ujar Walikota Mahyeldi sewaktu menerima audiensi rombongan dari PT. Balai Pustaka (Persero) dan produsen perfilman tersebut di rumah dinasnya, Jl. A. Yani No.11, Selasa (2/7/2019). 

Walikota berharap film Siti Nurbaya akan memberikan banyak manfaat bagi warga dan Kota Padang khususnya. 

Sementara, Direktur Utama Balai Pustaka Achmad Fachrodji mengatakan, ia bersama pihak produksi film Sitti Nurbaya ingin menyampaikan kepada Pemko Padang dalam hal ini Walikota Padang, terkait rencana pembuatan film tersebut.

"Kita berharap jika film ini nanti diproduksi dapat melahirkan wisata baru di Padang. Seperti halnya dampak yang dirasakan dari film Laskar Pelangi yang sempat 'booming' beberapa tahun lalu dengan lokasi syutingnya di Bangka Belitung," tuturnya.

Dijelaskan, untuk di Padang film Siti Nurbaya edisi layar lebar yang disutradarai Haris Nizam tersebut, pihaknya berencana akan membuat Kampung Siti Nurbaya. Di sana nanti ada rumah Sitti Nurbaya, rumah Datuk Maringgih, Syamsul Bahri dan sarana-prasarana yang mendukung film tersebut. Kalau perlu akan dibuat museum Siti Nurbaya, dengan seluruh baju-baju pemeran dan atribut yang dipakai dalam film tersebut. 

"Dengan itu, masyarakat dan wisatawan bisa melihat dan menikmati kawasan Kampung Siti Nurbaya nantinya. Hal itu dapat memberikan multiefek bagi warga setempat serta para pedagang dan pelaku ekonomi kreatif untuk bisa berjualan di sana yang otomatis bisa mengangkat perekonomian warga Padang," imbuhnya.

Ketika ditanyakan perihal lokasi syuting film Siti Nurbaya tersebut katanya, yaitu akan menggunakan lokasi di beberapa daerah di sekitar Jawa selain Kota Padang. Untuk di Padang pihaknya belum memastikan lokasi yang fix, namun ada beberapa alternatif seperti Bukit Gado-gado atau Gunung Padang yang nantinya akan disulap menjadi Kampung Siti Nurbaya.

"Terpenting lagi bagi kita adalah, melalui film ini ikon-ikon kehebatan Minang zaman dulu dapat ditampilkan lagi di saat ini. Jika tidak senantiasa dijaga dan dihidupkan sekarang, bisa-bisa ditinggalkan generasi saat ini (milenial). Mereka bisa saja tidak tahu apa itu kisah Siti Nurbaya dan kisah legenda lainnya yang ada di Ranah Minang ini. Jadi film ini memang kewajiban bagi kami sebagai tempat berlabuhnya sastrawan Minang zaman dulu yang harus dibumikan dan harus direalisasikan," ujarnya.

Untuk pembuatan film tersebut katanya, akan dimulai setelah selesainya pembuatan Kampung Siti Nurbaya. Sementara untuk jadwal tayangnya ia akan berunding dengan investor. Jika investornya PT. Semen Padang, maka bisa dikaitkan dengan perayaan hari ulang tahun salah satu BUMN yang ada di Sumbar tersebut di 2020 mendatang.

"Insya Allah jika tidak ada kendala tayang film Siti Nurbaya ini sesudah lebaran Idul Fitri tahun depan," tukasnya.

Lebih lanjut Achmad, menilik film Siti Nurbaya sebetulnya pernah beberapa tahun lalu pernah ditayangkan dan disinetronkan di TVRI dan tv swasta lainnya. Kala itu Siti Nurbaya diperankan aktris senior Novia Kolopaking, sedangkan Samsul Bahri diperankan Gusti Randa, dan untuk peran Datuk Maringgih oleh H. Damsik.

"Sekarang diangkat ke film layar lebar dengan durasi film selama dua jam atau dua setengah jam. Namun sudah merangkai semua cerita dari awal hingga akhir. Insya Allah, ceritanya dijamin lebih menarik ditonton, sehingga diharapkan dapat menarik peminat film dimana saja berada," imbuh Achmad.

Sementara untuk aktor dan siapa saja pemeran dalam film ini Achmad pun masih merahasiakan. Ada satu nama yang ia sebut diantaranya Tengku Rifnu Wikana yang berperan sebagai Datuk Maringgih. Juga ada aktor asal Sumatera Barat yang sesuai hasil casting beberapa waktu lalu. Dari 1612 orang yang mendaftar, terpilih sebanyak 41 orang.

Untuk setting film ini, sebutnya, tetap memakai setting suasana jaman dulu (jadul) seperti suasana Kota Padang di tahun 1922 bukan kekinian. Namun yang utama sekali bagi kita adalah bagaimana  menampilkan romantisme antara perjalanan cinta Sitti Nurbaya, Samsul Bahri serta Datuk Maringgih yang diselingi intermezzo lainnya. 

"Mari kita doakan dan tunggu jadwal tayangnya film ini di bioskop-bioskop kesayangan anda," ajaknya. (Relis/David)

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

IKLAN

IKLAN

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER