01 July 2019

Nilai Tukar Petani Sumatera Barat Juni 2019 Tercatat 93,47, Inflasi di Perdesaan 1,81 Persen


PADANG(GemaMedianet.com— Nilai Tukar Petani (NTP) Sumatera Barat bulan Juni 2019 tercatat sebesar 93,47 atau turun 1,94 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 95,32 (Mei 2019). lndeks harga yang diterima petani (lt) mengalami penurunan sebesar 0,54 persen dan Indeks harga yang dibayar petani (lb) mengalami peningkatan sebesar 1,43 persen.

"Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga di perdesaan di 11 kabupaten di Sumatera Barat pada bulan Juni 2019, NTP Sumatera Barat mengalami penurunan dibanding bulan Mei 2019 sebesar 1,94 persen, yaitu dari 95,32 persen menjadi 93,47 persen. Hal ini disebabkan penurunan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,54 persen dan indeks harga pada kelompok barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian mengalami peningkatan sebesar 1,43 persen," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat, Sukardi pada press release berita resmi statistik di Ruang Vicon Gedung I Lantai II kantor BPS Jalan Khatib Sulaiman Padang, Senin (1/7/2019). 

Dijelaskan, pada bulan Juni 2019 NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 91,87 untuk subsektor tanaman pangan (NTPP), 80,90 untuk subsektor hortikultura (NTPH), 95,28 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTPR), 102,75 untuk subsektor peternakan (NTPT), dan 105,03 untuk subsektor perikanan (NTPN). Subsektor perikanan terbagi menjadi dua, yaitu subsektor perikanan tangkap dan perikanan budidaya dengan NTP masing-masing sebesar 108,17 dan 104,27. 

Secara regional, di Sumatera Barat pada bulan Juni 2019 terjadi inflasi di daerah perdesaan sebesar 1,81 persen yang disebabkan terjadinya Inflasi pada 6 (enam) kelompok pengduaran: kelompok bahan makanan (3,73 persen), kebmpok makanan Jadi, minuman, rokok, dan tembakau (0,33 persen), kelompok perumahan (0,23 persen), kelompok sandang (0,31 persen), kelompok kesehatan (0,38 persen) dan kelompok pendidikan, rekreasi & olahraga (0,09 persen). Sedangkan deflasi terjadi pada kelompok pengeluaran transportasi & komunikasi sebesar 0,00 persen. 

Bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, NTP Juni 2019 semua subsektor mengalami penurunan, yakni subsektor Tanaman Pangan (1,23 persen), Subsektor Hortikultura (0,35 persen), Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (4,40 persen), Subsektor Peternakan (0,39 persen) dan Subsektor Perikanan (0,55 persen). 

Ditambahkannya, perubahan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) mencerminkan angka inflasi/deflasi di wilayah perdesaan. Secara regional, Sumatera Barat pada bulan Juni 2019 terjadi inflasi di daerah perdesaan sebesar 1,81 persen bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya. 

Ia menyebutkan, terjadinya inflasi di daerah perdesaan merupakan kontribusi dari terjadinya inflasi pada enam kelompok pengeluaran, yakni kelompok bahan makanan (3,37 persen), kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,33 persen), kelompok perumahan (0,23 persen), kelompok sandang (0,31 persen), kelompok kesehatan (0,38 persen) dan kelompok pendidikan, rekreasi & olahraga (0,09 persen).

"Sedangkan Deflasi terjadi pada kelompok pengeluaran transportasi &  komunikasi sebesar 0,00 persen," tukasnya. (mr)

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Florikultura Indonesia 2019 dan Pedatani

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER