Ruang Iklan Anda

13 April 2019

Kampanye PBB di Hari Terakhir, Masnadi Suarakan Membangun Kemandirian Ekonomi Keumatan


PADANG, (GemaMedianet.com) — Partai Bulan Bintang (PBB) menggelar kampanye akbar, sebuah kegiatan yang sudah dijadualkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) guna menyampaikan apa yang menjadi poin-poin penting partai berlambang bulan bintang melalui calon legislatif (Caleg)-nya.

Kali ini dengan menghadirkan juru kampanyenya, Dr.Masnadi, S. Kom, M. Kom, Caleg DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sumbar 1 dengan tagline "Menyatukan umat dan merekatkan silaturrahmi" di hari terakhir masa kampanye di Lapangan Parkir GOR Haji Agus Salim Padang, Sumatera Barat, Sabtu (13/4/2019) sore.

Dalam kampanye yang juga dihadiri sejumlah calon legislatif (Caleg) PBB untuk DPRD Provinsi Sumatera Barat, Budiman beserta Caleg DPRD Kota Padang itu, juru kampanye Masnadi sempat terenyuh dan terlihat sedih dengan berbagai persoalan bangsa yang terjadi akhir-akhir ini.

"Oleh karena itu pilihlah pemimpin yang baik, pemimpin yang amanah. Dan Partai Bulan Bintang satu-satunya partai politik yang tidak terlibat korupsi," ungkap Masnadi penuh semangat di hadapan para simpatisan dan pendukung partai yang dipimpin Yusril Ihza Mahendra ini.

Secara bergantian, orasi kemudian dilanjutkan oleh  Budiman, Caleg PBB untuk DPRD Provinsi Sumatera Barat. Acara kampanye juga dimeriahkan dengan penampilan Masnadi Band.

Kepada awak media, Masnadi yang merupakan doktor ekonomi islam ini mengungkapkan apa yang ia orasikan tentang membangun kemandirian ekonomi keumatan dengan berbasis teknologi, salah satu dari 10 program kerja yang akan diimplementasikan.

"Saya akan melakukan implementasi terhadap ekonomi keumatan, karena ekonomi islam kita sauf dari Al Qur'an dan hadis. Oleh karena itu sangat pastilah akan membawa manfaat yang baik, karena Allah SWT telah memberikan tuntunan dan kita harus mengikutinya," ujar Masnadi, yang juga praktisi IT dan ekonomi islam ini.

Oleh karena itu, target dalam kampanye adalah mengimplementasikan kemandirian ekononi keumatan. Menurutnya, apa yang menjadi program kerja itu riil diadopsi dari kehidupan di tengah masyarakat.

"Saya bertemu dan menggali apa yang riil di tengah masyarakat. Oleh karena itu melakukan tata ulang kembali penguatan sandang dan pangan juga merupakan bagian dari 10 program kerja kita," aku Masnadi sebagai orang baru di PBB dan backgroundnya bukanlah orang politik.

Meski demikian, kata Masnadi lagi, ia hobi berorganisasi dan kali ini berusaha untuk mengaktualisasikan 10 program kerja itu melalui lembaga legislatif.

Ia mencontohkan hal lain dari 10 program kerja itu adalah mengelola lagi khazanah budaya dan seni musik. Salah satunya dengan menghadirkan Masnadi Band. Tujuannya adalah menghilangkan budaya musik yang cenderung melenceng dengan goyang-goyangnya. Jadi, nantinya membangun segmen "Orang musik" yang diberdayakan melalui legislatif.

"Kita menghidupkan para seniman, budayawan untuk mengekspresikan karya terbaik mereka, dan mereka nantinya tidak pusing lagi memikirkan persoalan ekonominya. Harapannya lewat perhatian tersebut mereka pada akhirnya menghasilkan karya-karya terbaiknya," pungkas Masnadi. (em)

10 Program Kerja

1.Membangun skhlaq dan perbaikan budi.
2. Melakukan tata ulang kembali penguatan pangan dan sandang berbasis TECHNOLOGY.
3. Membangun kemandirian ekonomi ummat dengan berbasis teknologl.
4. Membangun pasar ummat terintegrasi dan mengurangi monopoli hajat kebutuhan dasar umat untuk menuju kehidupan ummat yang makmur dan berkah.
5. Membangun Ekonomi Kebersamaan dan Kesetaraan.
6. Membangun sistem Ekonomi ummat dan Financial technology Mutakhir dengan Fintech Technology Terintegrasi.
7.Memberdayakan ZAKAT, INFAQ, SODAQOH, WAKAF dengan melakukan integrasi proses Ekonomi ummat, kelembagaan financial terintegrasi untuk MEMBANGUN UMMAT dan MENCAPAI HIDUP BERKAH.
8. Mencetak 10.000 Tenaga AHLI Teknologi lnformasi Komputer Profesional siap kerja untuk bersaing dalam kancah nasional dan lnternasional.
9. Mengelola lagi khazanah budaya dan seni musik.
10. EKONOMI BERJAMAAH, MEMULIAKAN KAUM MISKIN & DHUAFA.

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Florikultura Indonesia 2019 dan Pedatani

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER