Ruang Iklan Anda

22 August 2019

KPU Sumbar Gelar FGD, Gebril : Dilantik, Status Anggota DPRD Solsel Terpilih di Provinsi Otomatis Berakhir


PADANG(GemaMedianet.com— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memastikan setelah dilantik sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Solok Selatan (Solsel), maka status Zigo Rolanda sebagai anggota DPRD Sumbar otomatis berakhir.

Penegasan itu disampaikan Komisioner KPU Sumbar, Gebril Daulay kepada gemamedianet.com seusai pelaksanaan Focus Grup Discussion (FGD) Pelaksanaan Fasilitasi Kampanye Pemilu 2019 yang digelar KPU Sumbar di Pangeran Beach Hotel Padang, Kamis (22/8/2019).

Dijelaskan Gebril, tidak ada masalah jika tadinya yang bersangkutan merupakan anggota DPRD Provinsi maju ke DPRD kabupaten/kota, atau sebaliknya tadinya anggota DPRD Kabupaten/kota maju ke DPRD Provinsi. 

"Jadi tidak ada masalah. Karena tugas kita di KPU selanjutnya adalah pengusulan pelantikan calon terpilih," tegas Gebril.

Ditambahkannya, tugas KPU di Kabupaten/kota selanjutnya adalah menyampaikan usulan calon anggota DPRD Kabupaten/kota terpilih itu kepada gubernur melalui bupati/walikota. Sedangkan KPU Provinsi menyampaikan usulan calon anggota DPRD Provinsi terpilih itu kepada menteri dalam negeri  melalui gubernur. 

"Setelah dilantik sebagai anggota DPRD Kabupaten/kota, maka jika tadi merupakan anggota DPRD Provinsi status keanggotaannya juga ikut berakhir. Termasuk berkaitan dengan keuangannya, semestinya juga berakhir, Namun demikian untuk keuangan itu sudah menjadi Ranah Pemerintah, bukan KPU lagi," jelas Gebril. 

Terkait kegiatan yang digelar KPU hari ini, adalah Focus Grup Discussion (FGD) Pelaksanaan Fasilitasi Kampanye Pemilu 2019. Menurut Gebril, FGD digelar sebagai evaluasi fasilitasi kampanye pemilu 2019, evaluasi pelaksanaan fasilitasi kampanye serta penanganan dugaan pelanggaran kampanye.

"Dua persoalan yang dibahas, yakni mengenai Alat Peraga Kampanye (APK) dan pemakaian iklan di media massa," tutur Gebril.

Sementara untuk peserta FGD berasal dari partai politik (parpol), Akademisi dan Mahasiswa S2 Tata kelola, juga hadir Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumbar dan Badan Kesbangpol  Sumbar dan KPID Sumbar.

"Jumlahnya saya tidak tahu persis, mungkin berapa persis jumlahnya sekretariat atau panitia yang lebih tahu. Coba tanyakan nanti," tukasnya. . (em) 

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Florikultura Indonesia 2019 dan Pedatani

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER