19 December 2018

Insiden Pengusiran Warga, Mantan Anggota DPRD Pessel Ramlan Djam : Nodai "Khittah" Sebagai Representasi Wakil Rakyat


PESSEL(GemaMedianet.com) Silaturahmi sudah menjadi kebiasaan di tengah masyarakat. Oleh karena itu mengunjungi wakil rakyat di Gedung Rakyat tentu selain mempererat tali silaturahmi juga tak terlepas dari keinginan menyampaikan aspirasi terkait berbagai persoalan yang mungkin saja terjadi di tengah masyarakat dan memiliki dampak terhadap kepentingan publik.

Setidaknya hal itu menjadi bagian dan tujuan dari Yuliardi, yang kesehariannya menjabat Ketua Lintas Asosiasi Pesisir Selatan (Pessel) ketika berkunjung menemui wakil rakyat, "DRP" di Gedung DPRD Kabupaten Pesisir Selatan. Sayangnya, di luar dugaan kedatangan Yuliardi ke gedung rakyat tersebut terkesan mendapat sambutan "tak sewajarnya" dari oknum wakil rakyat tersebut. Insiden pengusiran tersebut terjadi di ruang Ketua DPRD Pessel, Senin (17/12/2018) sekitar pukul 11.00 WIB. 

Yuliardi kepada GemaMedianet.com mengungkapkan kekecewaannya terhadap penerimaan oknum wakil rakyat "DRP". Insiden pengusiran tersebut, selain tak wajar, Yuliardi menilai perlakuan oknum Ketua DPRD itu menjatuhkan harga dirinya di hadapan beberapa anggota DPRD lainnya yang ada di ruangan tersebut. 

Sementara menurut Yuliardi, prosedural yang berlaku untuk menemui oknum Ketua DPRD tersebut telah ia penuhi. "Saya datang melapor kepada sespri dan ajudan. Namun karena masih ada tamu yang menghadap oknum Ketua DPRD tersebut saya juga menunggu beberapa waktu," tutur Yuliardi mengawali kronologis insiden pengusiran tersebut.

Dijelaskan Yuliardi lagi, setelah tamu keluar, ia kembali menghadap sespri dan ajudan, dan pintu ruangan tersebut juga terbuka lebar, sehingga siapa saja yang ada dalam ruangan tersebut terlihat. Secara kebetulan beberapa orang yang berada di ruangan tersebut ia kenali merupakan anggota DPRD dan mantan anggota DPRD setempat. Dengan mengucapkan salam, ia kemudian masuk ke dalam ruangan tersebut. Namun tiba-tiba saja oknum Ketua DPRD tersebut langsung menghardiknya, dan mengusir ia segera keluar. "Pak Yul main masuk selonong saja, keluar, keluar," tutur Yuliardi menirukan ucapan oknum Ketua DPRD tersebut, Selasa (18/12). 

Awalnya, Yuliardi menilai perlakuan oknum Ketua DPRD tersebut sebagai sebuah candaan. Selain saling kenal, Yuliardi dan oknum Ketua DPRD tersebut juga berasal dari satu partai yang sama. "Namun karena oknum Ketua DPRD tersebut masih mengulang ucapan yang sama, "keluar, keluar!", ia akhirnya dengan terpaksa keluar. 

"Saya akhirnya dengan penuh kecewa meninggalkan ruangan tersebut, dan kembali ke Gapensi," ujar Yuliardi. 

Masih menurut Yuliardi, jika ia memang dinilai salah ketika masuk dan menemui oknum Ketua DPRD tidak sesuai prosedur, tentu bisa disampaikan dengan bahasa yang lebih baik. "Cara Pak Yul ini salah lho, yang benar begini. Besok jangan diulang lagi ya?  atau bahasa lebih baik lainnya," keluh Yuliardi. 

Tak bisa menahan kekecewaannya terhadap insiden pengusiran tersebut, kepada beberapa pengurus lintas asosiasi ia ceritakan persoalan yang menimpa dirinya tersebut. Mendapat informasi sedemikian, bersama pengurus lintas asosiasi kemudian kembali ke gedung DPRD untuk mempertanyakan perlakuan oknum Ketua DPRD tersebut. "Sayangnya, sesampainya di sana oknum Ketua DPRD tersebut tidak lagi berada di tempat, dan tidak bisa ditemui hingga sekarang," tukas Yuliardi dengan nada kecewa. 

Yuliardi juga menyebutkan, sekaitan insiden pengusiran dirinya tersebut ia konsultasikan dengan aparat penegak hukum, dan akhirnya ia disarankan untuk membuat laporan polisi atas tindakan perbuatan tidak menyenangkan. "Untuk itu kepada pihak berwajib ini hari ini akan kita datangi dan buatkan laporannya," ucap Yuliardi. 

Terkait insiden pengusiran tersebut, oknum Ketua DPRD "DRP" beberapa kali dihubungi media ini guna melakukan konfirmasi melalui telepon selulernya di nomor 085274475*** enggan menjawab. Meski nada sambung masuk, namun terkesan tidak diangkat. Hingga berita ini diturunkan tak ada jawaban dari yang bersangkutan terkait insiden tersebut. 

Sementara itu Mantan Anggota DPRD Pessel, Ramlan Djam, AMd menanggapi insiden pengusiran warga tersebut mengungkapkan kekecewaannya. Ramlan Djam yang juga menjabat Ketua KADIN Pessel ini menilai apa yang sudah dilakukan oknum Ketua DPRD itu menodai dan keluar dari "khittah" sebagai representasi wakil rakyat, dan sekaligus pejabat publik. "Perlakuan seperti itu sudah terkategori pelecehan kepada warga," ujar Ramlan Djam yang juga merupakan Ketua KBPPP Pessel tersebut. 

Ia juga menyarankan, agar persoalan itu dapat diselesaikan secara organisasi, dan dilakukan permintaan maaf kepada publik. "Apalagi Pak Yuliardi ini selain sebagai warga, juga saya kenal sebagai tokoh masyarakat di Bayang. Jadi insiden seperti ini sangat memiriskan," tukas Ramlan Djam yang juga menjabat Ketua Panca Marga setempat. (don/ki) 

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER