14 February 2018

Tiga Daerah Sumbar Ditargetkan Lepas dari Daerah Tertinggal di 2019



BUKITTINGGI, (GemaMedianet.com) — Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit berharap tiga daerah tertinggal di Sumatera Barat, yakni Pasaman Barat, Solok Selatan dan Kepulauan Mentawai, di tahun 2019 mendatang lepas dari kategori daerah tertinggal.

“Sekaitan  itu kita hari ini mengundang 3 bupati daerah tertinggal, sebagai tindak lanjut dari rekomendasi Rapat Koordinasi Gubernur dengan Bupati/Walikota,” kata Wakil Gubernur Nasrul Abit dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pengentasan Kemiskinan dan Daerah Tertinggal di Bukittinggi, Senin (12/2/2018).

Hadiri dalam kesempatan tersebut, Bupati Mentawai, Bupati Solok Selatan, dan Bupati Pasaman Barat, Kementerian Desa Tertinggal dan Transmigrasi, OPD terkait dilingkungan masing-masing daerah.


Wagub Nasrul Abit menyampaikan, pemerintah provinsi ingin menuntaskan program-program untuk masing-masing daerah tertinggal sehingga bisa keluar dari kategori tersebut tahun 2019.

“Dari ekspos Kementerian Desa bahwa 2015-2019 ada 80 daerah tertinggal. Karen itu lah kita akan kejar agar masuk dalam kategori keluar dari daerah tertinggal, dengan kerja dan kerja sehingga kita berhasil,” ujar Wagub Nasrul Abit.

Ia juga menyebutkan, pemerintah provinsi peduli dan perhatian serta mendukung setiap kabupaten unruk keluar dari kategori daerah tertinggal dan Semua butuh prioritas penganggaran.

Bahkan ada usulan Bappeda, agar diperlukan perlakuan khusus terhadap 3 kabupaten itu sesuai dengan tingkat kemiskinannya. Yang kemiskinannya lebih tinggi ya dapat bantuan lebih besar.

“Jadi kami bahas dan bedah satu-satu masalahnya, namun pertama yang harus diprioritaskan adalah masalah infrastruktur jalan dan jembatan. Kegiatan ini tentu akan membuka daerah terisolir,” terangnya.

Kedua, diprioritaskan ekonomi yang cepat bergerak. Kalau masalah harapan hidup, rata-rata pendidikan kan akan lama untuk mengejarnya. “Jadi kita bahas yang mana yang kira-kira bisa melompat lebih cepat,” harap Nasrul Abit.

Direktur Perencanaan dan Identifikasi Daerah Tertinggal, Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal, Rafdinal dalam kesempatan itu menyampaikan, api target sasaran, mulai dari desa, kabupaten daerah tertinggal, dan Kemendes terintegrasi. Target RPJMN, minimal 80 daerah tertinggal harus tuntas tahuj 2018. “Kalau hanya andalkan Rp.5,2 triliun dari ribuan triliun APBNP, saya rasa kekuatan kita adalah koordinasi. Kabupaten tertinggal harus bisa berikan data yang valid. Karena data kami dari data susenas dan Kemenkeu,” ujarnya.

Begitu juga dengan kemiskinan, dimana terkait tugas itu 15,5 persen bisa dicapai di 2019. Untuk turunkan satu digit saja, maka berapa energinya sudah ada hitungannya. Namun masalahnya dibutuhkan koordinasi yang baik dan integrasi dari bawah ke atas dan sebaliknya.

“Saat ini setelah kami berikan penjelasan teknis, Pak Wagub tadi sudah arahkan. Pak Bupati jangan di sini saja, OPD kabupaten harus koordinasi dengan OPD provinsi dan satukan data,” tukasnya.

Ia juga menyebutkan, ada 27 indikator daerah tertinggal. Masing-masing daerah tertinggal 'penyakitnya' beda-beda. “Untuk itu kami meminta masing-masing kabupaten tertinggal fokus pada penyakit masing-masing,” pungkasnya. (rel)

0 komentar:

Post a Comment

SEMSI

SEMSI

Galeri Iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER

Google+ Badge