12 December 2017

Payakumbuh Terpilih Jadi Kota Peduli HAM 2017



SOLO, (GemaMedianet.com) — Peringatan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia ke -69 tahun 2017 membawa berkah bagi Kota Payakumbuh. Pasalnya pemerintah setempat kembali menerima penghargaan tingkat Nasional dari Pemerintah Republik Indonesia atas prestasinya sebagai Kota Peduli Hak Asasi Manusia (HAM).

Dalam dua pekan terakhir, Wakil Walikota Erwin Yunaz sudah tiga kali menghadiri penerimaan penghargaan tingkat Nasional, diantaranya penghargaan Kota Sehat Swasti Saba Wistara kelima, peringkat tiga Kota Layanan Publik Terbaik Nasional dan terakhir penghargaan sebagai Kota Peduli HAM.

Sebagai penerima penghargaan Kota Peduli HAM, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, Yasona Hamonangan Laoly, Ph.D, menyerahkan plakat dan sertifikat kepada Wakil Walikota Erwin Yunaz dalam sebuah acara di Ballroom Hotel The Sunan, Jl. Ahmad Yani No. 40, Solo, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Ahad (10/12/2017) pagi.

Acara yang dihadiri Presiden RI, Joko Widodo tersebut, dihadiri pula oleh sejumlah Menteri Kabinet Kerja, Komnas HAM, Komnas Perlindungan Anak, Komnas Perempuan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, dan Bupati/Walikota yang memperoleh penghargaan peduli HAM di tahun 2017 ini.

Dalam sambutannya Presiden Jokowi memberikan apresiasi kepada gubernur, bupati/walikota yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat atas kepeduliannya terhadap pemenuhan hak asasi manusia di daerah.

“Saya sangat mengapresiasi para gubenur, bupati/walikota yang telah berupaya memberikan perhatian dalam pemenuhan hak asasi manusia kepada masyarakatnya,” kata Presiden Jokowi.

Menurut Jokowi penerapan prinsip-prinsip HAM kepada masyarakat,  sebangsa dan senegara harus terus menerus ditingkatkan. Pemenuhan hak sipil, hak politik harus menjamin hak sosial, hak ekonomi dan hak kultural yang tentunya akan mempengaruhi hak politik warga Negara itu sendiri.

Presiden Jokowi menghimbau para pembuat kebijakan, politisi, birokrat dan pemimpin sosial harus bisa melihat keadaan masyarakat bawah. “Para pembuat kebijakan, politisi, birokrat dan pemimpin sosial, bahkan pengusaha harus melihat keadaan serta kehidupan masyarakat bawah," katanya.

Kebijakan yang dibuat para pemimpin tersebut, sebutnya, bukanlah dilihat dari banyaknya jumlah kegiatan di pemerintahan akan tetapi seberapa banyak yang membawa manfaat bagi masyarakat terutama masyarakat bawah.

Menteri Hukum dan HAM, Yasona Laoly dikesempatan yang sama melaporkan, bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki komitmen tinggi atas kepeduliannya dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap hukum dan HAM. “Saat ini indeks kepedulian tersebut baru mencapai 52,6 persen, dan kita berharap beberapa tahun kedepan indeks ini bisa menyentuh angka 100 persen. Untuk tahun ini, 232 kabupaten/kota menerima penghargaan Kota Peduli HAM,” ungkap Yasona.

Menurut Menkumham Yasona peringatan Hari Hak Asasi Manusia tahun ini adalah momentum peningkatan prestasi untuk lebih baik lagi dalam pemenuhan Hak Asasi masyarakat dan merupakan tanggung jawab bersama mewujudkan keadilan sosial bagi masyarakat di Indonesia.

Sementara Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz usai menerima penghargaan tersebut mengatakan, bahwa prestasi yang diukir Kota Payakumbuh adalah sebuah penghargaan dari pencapaian terhadap apa yang telah dilakukan selama ini.

“Dengan prediket Kota Peduli HAM, pemenuhan hak-hak asasi manusia di Kota Payakumbuh, untuk masa yang akan datang terus kita tingkatkan. Dan Kita berharap setiap pekerjaan yang tertib hukum, tertib administrasi tentunya akan berimbas terhadap pemenuhan hak-hak dasar tersebut, demi tercapainya masyarakat Payakumbuh yang sejahtera dan penuh dengan kemakmuran,” tukas Erwin. (hms)

0 komentar:

Post a Comment

SEMSI

SEMSI

Galeri Iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER

Google+ Badge