Kamis, 10 Agustus 2017

Wartawan dan Humas Setkab Solsel Kunjungi Harian Republika, Beberkan Program Prioritas Daerah

SOLSEL, (GemaMedianet.com) — Sebanyak 18 orang wartawan yang bertugas di Solok Selatan (Solsel), dan Bagian Humas Sekdakab lakukan kunjungan ke Harian Republika di Jakarta. Kunjungan tersebut dipimpin Asisten III Sekdakab Solsel, Yul Amri yang didampingi Plt.Kabag Humas, Firdaus Firman, Kasubag Protokol, Tyhson dan Kabid Pengembangan Destinasi Wisata Disparbud Solsel, Elia Nora.

Asisten III Sekdakab Solsel, Yul Amri dikesempatan itu menyebutkan, disamping bertukar informasi dan perkembangan jurnalistik, sekaligus juga menyampaikan program prioritas daerah. "Saat ini Pemkab Solsel tengah fokus melakukan perbaikan infrastruktur dan membenahi potensi objek wisata," ungkap Yul Amri, Rabu (9/8/2017). 

Ia juga mengatakan, awak media merupakan ujung tombak dalam mempromosikan objek wisata. Sebab itu, betapa pun bagusnya objek wisata, jika tidak diinformsikan tidak akan berdampak signifikan. 

Apalagi saat ini, sebutnya, salah satu objek wisata perkampungan adat tradisional Saribu Rumah Gadang (SRG) di Solsel masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) dari 10 kampung adat di Indonesia yang masuk nominasi. “Dari data hingga akhir Juli 2017, SRG masih menempati urutan pertama. Semoga saja hingga batas waktu bisa bertahan minimal diperingkat tiga besar," ungkapnya. 

Dengan demikian, dukungan media sangat dibutuhkan apalagi dengan dukungan media nasional. "Sinergi dan kerjasama yang baik, tentunya akan berdampak baik pula nanti," katanya. 

Ia menambahkan, selain itu Pemkab Solsel memiliki salah satu kesamaan dengan Harian Republika, yakni mempunyai visi misi religius. "Republika salah satu media yang mengusung nilai Islam dari awal berdirinya hingga sekarang. Saya pribadi, untuk media nasional. Republika merupakan bacaan wajib yang saya percayai independen dan kredibilitasnya," tandasnya. 

Pemkab Solsel dalam mewujudkan masyarakat yang religius, membuat berbagai program dan terobosan. "Meramaikan masjid dengan kegiatan majlis taklim, memberikan honor imam dan garin masjid, serta akan membangun Masjid Agung," terangnya. 

Sementara, Redaktur Pelaksana Harian Republika, Subroto didampingi Redaktur Nasional, Hafil menyebutkan sejak berdiri pada 1993, Republika awalnya sebagai koran dan kemudian berkembang menjadi media siber serta penerbit buku. "Awal berdirinya bertujuan sebagai media saluran komunitas Muslim di Indonesia yang menjadi wadah bacaan terpercaya, dan selalu menjaga independensi pemberitaan. Ideologi itu lah yang masih dipertahankan sampai sekarang, sehingga bisa bertahan di tengah kuatnya persaingan bisnis media massa," tuturnya.  

Dan untuk menjaga hal itu, jelasnya, setiap wartawan dibekali buku panduan dan materi khusus selain belajar kode etik pemberitaan. Bahkan untuk menjaga independensi, wartawan tidak boleh tergabung dalam organisasi politik sehingga tidak masuk dalam ritme politik. “Alhamdulillah, dengan menjaga kepercayaan itu, dari segi bisnis oplah koran bertambah dan omset iklan juga demikian," terangnya. 

Ia juga menyatakan, kesiapan Republika untuk publikasi potensi wisata Solsel.  Menurutnya, Solsel memiliki kekayaan alam dan kebudayaan, dan karenanya dalam pengembangan daerah Republika siap mendukung serta mewujudkannya. “Jika dibandingkan dari daerah lain di Indonesia, Solsel memiliki potensi yang bagus. Sekarang, tinggal mengemas dengan baik," pungkasnya. (okt)

0 komentar:

Posting Komentar

SEMSI

SEMSI

Galeri Iklan

Statistic Views

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER

Google+ Badge

** Group Media Sumbar **