Ruang Iklan Anda

11 October 2019

Yosmeri Beberkan Puluhan Peluang Usaha di Sektor Kelautan dan Perikanan Sumbar


PADANG(GemaMedianet.com— Sejumlah peluang investasi di sektor Kelautan dan Perikanan terbuka lebar saat ini. Tidak saja peluang investasi,  bahkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menjembatani pelaku usaha, UMKM mendapatkan pinjaman dari bank guna peningkatan ekspor.

Kepala  Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Provinsi Sumatera Barat, Ir.H. Yosmeri menyebutkan, berbagai peluang di sektor Kelautan dan Perikanan diantaranya penangkapan ikan dan budidaya perikanan. Pengolahan hasil perikanan. Pemasaran hasil perikanan dan penyiapan sarana perikanan. Terutama di bidang penangkapan ikan Tuna, serta penangkapan ikan Kerapu.

Selain itu, terbuka peluang investasi sarana penunjang kapal, ekspor ikan Kerapu, ekspor Mutiara dan budidaya Udang Paname.

Yosmeri juga menyampaikan, komoditi ikan Kerapu baru-baru ini sudah diekspor sebanyak 16,1 ton ke Hongkong.

Menurut Yosmeri, tingginya intensitas produksi pelaku usaha budidaya keramba ikan Kerapu  berdampak pada meningkatnya volume ekspor dari 6 bulan sekali ekspor menjadi  2 bulan sekali, dan untuk itu Pemprov Sumbar melalui DKP menjembatani pelaku usaha keramba ikan Kerapu dengan perbankan.


“Upaya ini bertujuan guna memacu hasil produksi ikan kerapu hidup bisa ekspor lebih cepat dari sebelumnya,” kata Yosmeri di ruang kerjanya, Jum’at (11/10/2019).

Yosmeri memproduksi, terdapat 500 pelaku usaha budidaya keramba Kerapu perlu suntikan dana segar dari perbankan, sedikitnya sekira Rp.25 miliar tahun ini. Sesuai dengan rentang waktu kawasan perairan laut untuk budidaya ikan Kerapu berpotensi bagus pada kawasan laut Kabupaten Pesisir Selatan dan Mentawai.

“Lewat program itu DKP Sumbar memfasilitasi pengusaha perikanan guna dapat memperoleh pinjaman dari bank BNI 46,” ungkap Yosmeri.

Dijelaskan, pada 10 Oktober 2019 hasil produksi Kerapu hidup telah diekspor ke Hongkong sebanyak 16,3 ton, dan agenda tersebut dihadiri Kepala BNI dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan/OJK yang sengaja diajak agar pihak perbankan bisa mengetahui langsung bahwa peluang usaha komoditi Kerapu cukup bagus.

Harapannya dengan kunjungan perbankan dan OJK akan membawa dampak positif bagi pelaku usaha, sekaligus membuka kran pinjaman dari perbankan. "Kedua belah pihak, yakni pelaku usaha dan perbankan bisa bersinergi dan terjembatani dalam rangka percepatan hasil produksi Kerapu.

Intinya, sebut Yosmeri, pelaku usaha perlu penguatan modal bisa cepat terealisasi sehingga terbentuk agrimen yang saling menguntungkan atas pemberdayaan dari DKP.

“Jika terealisasi pinjaman sebanyak Rp.25 miliar dari perbankan bagi 500 usaha Kerapu tentu akan mampu menggenjot penghasilan pelaku usaha dan semakin berkembang,” kata Yosmeri.

Selanjutnya, dalam waktu dekat akan dipertemukan para pelaku usaha keramba ikan Kerapu ekspor hidup dengan perbankan supaya tercapai peningkatan hasil produksi secara signifikan. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan intensitas produksi pelaku usaha budidaya keramba ikan Kerapu.

Dengan target peningkatan volume ekspor Kerapu dari produksi keramba sekali 6 bulan ekspor menjadi 2 bulan ekspor, tentu nelayan keramba Kerapu perlu diperkuat dengan pinjaman dana dari bank. Selain itu, rencana kedepannya bagaimana pelaku usaha bisa memperbanyak tempat merapat kapal-kapal nelayan.

“Sekarang, baru satu tempat merapat kapal nelayan pelaku usaha keramba Kerapu, yaitu di Mandeh Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan,” jelas Yosmeri. 


Dengan demikian terbuka peluang investasi pengolahan pengalengan ikan Tuna dan pengolahan ikan secara tradisional, dimana ikan bisa dibuat dalam bentuk berbagai jenis olahan.

Lebih lanjut Yosmeri, peluang investasi yang sedang berjalan di tahun 2019 ini diantaranya budidaya ikan Kerapu, budidaya Udang Paname, budidaya Mutiara, penangkapan ikan Tuna dan pengolahan berbagai jenis bidang perikanan. Termasuk peluang investasi bidang sarana seperti pembuatan pabrik es, karena DKP Sumbar butuh 7 pabrik es lagi dengan kapasitas produksi 40 ton per hari karena yang ada baru sebanyak 9 unit.

Begitu juga peluang investasi sarana penunjang, seperti doking kapal-kapal nelayan karena perlu perbaikan kapal nelayan.

"Apalagi selama ini doking kapal nelayan di atas 30 Gros Ton/GT doking kapal nelayan di Pulau Jawa dan Sibolga terutama kapal-kapal fiber," tukasnya.

Kemudian, peluang investasi di bidang pemasaran ikan Kerapu, pemasaran produk olahan ke Super Market,  ekspor ke Singapura dan Malaysia, karena pelaku usaha UMKM Sumbar baru hanya sampai Jakarta.

“Kondisi ini tentu memerlukan investor di bidang pemasaran dan bidang pembangunan depot SPDN BBM nelayan,” pungkas Yosmeri. (js/em)

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Florikultura Indonesia 2019 dan Pedatani

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER