Ruang Iklan Anda

25 October 2019

Menuju Pariwisata Sehat, Dinkes Mentawai Gencarkan Sosialisasi PHBS dan Kesehatan Penyelam


MENTAWAI(GemaMedianet.com— Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, gencar mensosialisasikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di tengah masyarakat.

Terlebih lagi sebagai daerah yang identik dengan kepariwisataan ini, maka perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di tengah masyarakat menjadi sebuah keniscayaan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Lahmuddin Siregar menyebutkan, PHBS dalam rangka menyehatkan itu tentu mengisyaratkan masyarakat juga harus siap, karena pariwisata itu harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan sehat.

"Agar terciptanya tempat-tempat wisata menjadi pariwisata sehat, tentu memerlukan dukungan dari masyarakat, yakni dengan memiliki jamban, mempunyai sanitasi yang baik, serta lingkungan yang bersih," ujar Lahmudin Siregar ketika dihubungi GemaMedianet.com, Rabu (23/10/2019). 


Menurut Lahmudin Siregar, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) memerlukan sosialisasi, penyuluhan secara terus-menerus, sehingga pada gilirannya nanti pentingnya kesehatan itu menjadi bagian perilaku yang tak terpisahkan dalam keseharian masyarakat.

Sejalan dengan itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai Mentawai bekerjasama dengan Dinkes Lantamal II Padang dan Lanal Mentawai menggelar Sosialisasi Kesehatan Penyelam (Hiperbarik), PHBS dan Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Narasumber Kapten P (K) dr. Tiya Setiadi dan Letda P (K) drg. Adhe Susanti.

Dijelaskan, Angkatan Laut sesuai bidangnya sudah terbiasa dengan kegiatan kesehatan penyelam, khususnya para dokter di Angkatan Laut dan karena di wilayah ini banyak tempat-tempat wisata, khususnya untuk olahraga menyelam (diving) melihat keindahan dunia bawah laut dengan memakai alat pernapasan khusus seperti tabung oksigen.


Adanya kegiatan menyelam (Diving) ini tentu dari kesehatannya perlu dibekali atau disiapkan. Salah satunya dengan bentuk transfer ilmu, pencerahan melalui sosialisasi kepada tenaga kesehatan dari narasumber yang ada, untuk nelayan desa ketika mereka melakukan aktifitas di bawah permukaan laut atau rekreasi air.
Dengan adanya pengetahuan dan transfer ilmu dari narasumber, maka tenaga kesehatan di Puskesmas bisa mengerti mana penyakit-penyakit yang timbul akibat menyelam.

"Berbagai hal nanti diajarkan oleh narasumber, misalnya jika menyelam dengan kedalaman sekian meter akan timbul dampak bagi kesehatan. Oleh karenanya perlu pengetahuan yang memadai dalam menangani persoalan penyakit yang muncul akibat penyelaman," tukasnya.

Lahmudin Siregar berharap, dengan diajarkan sekilas tentang penanganan-penanganan pertama terhadap kasus kasus akibat menyelam (Hiperbarik).

Sosialisasi yang berlangsung pada Senin (22/10) tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake dan dihadiri Dandim 0319/ Mentawai Letkol Didid Yusnaidi, Staf Ahli Bupati Zulfikar, dan Kalaksa BPBD Novriadi. Selanjutnya acara ditutup oleh Danlanal Mentawai Letkol Anis Munandar. (uki) 

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Florikultura Indonesia 2019 dan Pedatani

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER