Ruang Iklan Anda

20 October 2019

Hildesheim Jerman Tawarkan Peluang Kerja Untuk Sister City, Padang


PADANG(GemaMedianet.com— Kerjasama sister city (kota kembar-red) yang terbangun antara Kota Padang dan Kota Hildesheim, Jerman terlihat semakin konkrit. Hal tersebut diperkuat seiring adanya kunjungan kerja Konsulat Jenderal (Konjen) RI untuk Hamburg, Jerman, Bambang Susanto dan rombongan ke Kota Padang. Wali Kota Padang Mahyeldi dan jajaran menyambut kedatangan tamu penting itu di kediaman resminya, Kamis (17/10/2019).

Beberapa pihak terkait ikut hadir dikesempatan itu. Diantaranya Direktur Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Meneg PPN/Bappenas Iqbal Abbas, Coordinator Programme Migration and Diaspora GIZ Makhdonal Anwar serta dua orang Mediator Hubungan Kerjasama Sister City Padang-Hildesheim Mr. Roland Schluter dan Ny. Mimi Chluter. Selain itu juga diikuti beberapa pimpinan OPD terkait di Pemprov Sumbar dan Padang serta dari beberapa pimpinan perguruan tinggi dan sekolah di Padang. 

Seperti diketahui, kerjasama sister city Padang-Hildesheim telah terjalin tepatnya pada 20 Juni 1988 lalu. Kemudian diperkuat kembali di 2018 silam, setelah adanya kunjungan kerja rombongan delegasi Hildesheim yang dipimpin Wali Kota Mr. DR. Ingo Meyer ke Kota Padang. Kunjungan itu bertepatan dalam rangka peringatan 30 tahun berlalu hubungan kerjasama kedua belah pihak, sekaligus ikut merayakan HUT Kota Padang ke-349 dan penguatan hubungan kerjasama lainnya. 

Adapun beberapa hal kesepakatan dan kesepahaman yang terjalin dari kedua pihak diantaranya di bidang ekonomi, kebudayaan, pariwisata dan pengembangan sumber daya manusia. Kali ini, hubungan kerjasama internasional itu menguat, salah satunya membahas peluang di bidang ketenagakerjaan. 

Konjen RI untuk Hamburg, Bambang Susanto mengatakan, terkait sister city Padang-Hildesheim menurutnya adalah yang potensial. Ia pun meyakini, melalui sister city itu banyak peluang kerja yang bisa dilakukan bagi orang-orang Indonesia dalam hal ini warga Kota Padang. Baik dalam dunia investasi, usaha kuliner, UMKM, seni budaya, jasa, pertukaran pelajar sampai tenaga kerja dan lainnya. 

"Kita tentu berharap, bagaimana para pencari kerja di Kota Padang bisa memanfaatkan peluang kerja yang ada di Hildesheim bahkan kota-kota lainnya di Jerman. Hal ini diperkuat setelah kami berbincang dengan Wali Kota Hildesheim Mr. DR. Ingo Meyer beberapa waktu lalu. Maka itu kita ke Padang guna membicarakannya," ungkapnya. 

Bambang pun menyebutkan peluang kerja memang sangat terbuka lebar di Hildesheim selaku kota industri. Peluang itu pun diperkuat atas seiring adanya kebijakan pemerintah setempat dalam urusan membatasi angka kelahiran penduduk.

"Dan hal ini setidaknya menyebabkan mayoritas penduduk di sana nanti rata-rata akan berusia tua, sementara yang muda terbilang sedikit. Jadi di sini peluang tenaga kerja bagi warga Kota Padang," terangnya. 
  
Sementara itu Wali Kota Padang Mahyeldi menyampaikan, atas nama pemerintah kota dan masyarakat Kota Padang sangat berterima kasih dan menyambut baik atas tawaran peluang tersebut, sebagai bahagian mengisi salah satu poin kerjasama sister city antara Padang-Hildesheim.  

"Karena memang, saat ini angka pengangguran di Kota Padang berada di angka 9,18 persen. Maka itu kita terus berupaya mendetailkan kerjasama terkait ketenagakerjaan antara Padang-Hildesheim, sama halnya dengan kota-kota yang menjadi sister city lainnya. Semoga segala sesuatunya dapat terarah dan sesuai target yang diinginkan. Sehingga sister city yang telah terbangun sejak lama ini, akan lebih 'clear' terhadap semua hal yang dikerjasamakan," harapnya didampingi Kabag Kerjasama Setdako, Erwin. 

Mahyeldi pun juga mengharapkan, sekaitan peluang tenaga kerja warga Kota Padang di Hildesheim agar bisa terfasilitasi secara baik sesuai aturan kerjasama dan proses-proses yang harus dilalui. 

"Insya Allah kita akan membuatkan langkah-langkah yang lebih konkrit tentunya dengan berharap dukungan KJRI dan Hildesheim serta pihak terkait lainnya. Semoga pada 2020 atau tahun-tahun selanjutnya kita bisa mengimplemenasikannya," tukas wako mengakhiri. (rel)

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Florikultura Indonesia 2019 dan Pedatani

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER