Ruang Iklan Anda

26 October 2019

Bupati Hendrajoni Sebut Angka Kemiskinan Turun Sejak Tiga Tahun Terakhir


PAINAN, (GemaMedianet.com— Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pesisir Selatan sejak tiga tahun terakhir juga mengalami peningkatan dari 5,30 persen pada 2016, naik 5,33 persen pada 2017 dan menjadi 5,42 persen pada 2018.

Hal ini diungkapkan Bupati Pesisir Selatan H. Hendrajoni pada rapat Paripurna Jawaban Pemerintah Atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Terhadap Penyampaian Nota Keuangan Rancangan APBD 2020 di gedung DPRD setempat, Jum'at (25/10/2019).

Pada kesempatan itu juga Hendrajoni menyebutkan angka kemiskinan di daerah setempat turun sejak tiga tahun terakhir dari 7,92 persen di 2016, 7,79 persen pada 2017 dan menjadi 7,59 persen di 2018.

"Penurunan angka kemiskinan menjadi catatan positif bagi pemerintah kabupaten," terang Bupati. 

Ia juga menegaskan, kedepan pihaknya akan terus berupaya untuk mempertajam program-program penanggulangan kemiskinan, agar angka kemiskinan bisa terus ditekan.

Untuk permasalahan gizi buruk pihaknya mengajak kepedulian semua pihak, terutama para orang tua memperhatikan asupan gizi anak-anaknya sehingga mereka mendapat gizi yang cukup.

"Terkait hal itu kami terus mensosialisasikannya melalui tenaga kesehatan di kecamatan dan nagari-nagari," sebutnya.

Peran orang tua, ungkapnya diperkuat berdasarkan penelitian dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Sumatera Barat yang menyebutkan orang tua berperan terkait permasalahan gizi buruk pada anak.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Dinas Sosial Pesisir Selatan, Zulfian Afrianto menyebutkan alokasi anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan salah satu program penanggulangan kemiskinan dari pemerintah pusat di daerah setempat mencapai Rp60 miliar pada 2019 atau naik dibanding 2018 yang hanya Rp28,5 miliar.

Kendati demikian ungkapnya, jumlah keluarga penerima manfaat dari bantuan tersebut tahun ini lebih sedikit jika dibanding 2018.

Pada 2018 tercatat 16.318 keluarga penerima manfaat yang menerima kucuran anggaran, sementara tahun ini keluarga penerima manfaat hanya 15.905 saja.

Hal tersebut terjadi karena beberapa faktor mulai dari mundurnya keluarga penerima manfaat dari kepesertaan karena merasa perekonomian sudah membaik, hingga tidak lagi masuk dalam kategori penerima. (rel/doni)

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Florikultura Indonesia 2019 dan Pedatani

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER