Ruang Iklan Anda

30 September 2019

Sumbar Peringati Hari Jadi ke 74, Shofwan Karim : Momentum Berkaca Dari Masa Lalu


PADANG(GemaMedianet.com— Untuk kali pertama masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) memperingati hari jadi provinsi yang disepakati jatuh pada tanggal 1 Oktober 1945. Penetapan hari jadi Provinsi Sumatera Barat itu sendiri sudah lama dinantikan oleh masyarakat, namun baru tahun 2019 tepatnya 22 Juli lalu DPRD dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar menyepakati peraturan daerah (perda) tentang hari jadi provinsi.

Adanya penetapan hari jadi provinsi itu mendapat apresiasi dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat, Dr.Shofwan Karim, Lc, MA. Ia menyebutkan, adanya penetapan hari jadi Provinsi Sumatera Barat ini sudah lama dinantikan oleh masyarakat karena penetapan tanggal hari jadi dapat menguatkan rasa kebanggaan dan cinta terhadap daerah Sumatera Barat. 

"Kita apresiasi atas respon dari DPRD terhadap aspirasi masyarakat sekaitan pentingnya penetapan hari jadi provinsi, dan menjadi kesepakatan antara DPRD dan Pemprov Sumbar menetapkan hari jadi provinsi," ungkap Shofwan Karim yang didampingi Kasi Publikasi dan Informasi DPRD Sumbar, Laswardi dalam konferensi pers di DPRD setempat, Senin (30/9/2019).

Menurutnya, ide penetapan hari jadi provinsi ini sudah ada sejak lama. Bahkan ide sempat muncul pada anggota DPRD Sumbar periode 2004-2009, namun belum berhasil menetapkan hari jadi ketika itu. Penetapan hari jadi baru terealisasi di era DPRD Sumbar periode 2014-2019 yang ditandai dengan ditetapkannya peraturan daerah (perda) tentang Hari Jadi Provinsi Sumatera Barat. 

"Dibanding provinsi lain yang telah lebih dahulu menetapkan hari jadinya, maka Provinsi Sumatera Barat memang sudah saatnya menetapkan hari jadinya Sebab adalah ironis jika daerah yang telah menunjukkan peran dan eksistensi yang sangat besar di republik ini tetapi belum mampu menetapkan hari jadinya,” kata Shofwan Karim yang juga Staf Ahli DPRD Sumbar ini.

Oleh karena itu dengan penetapan tanggal 1 Oktober sebagai hari jadi Provinsi Sumatera Barat, Shofwan Karim menilai sudah tepat. Sarat momen bersejarah karena ada nilai-nilai dan semangat yang dapat menjadi sumber motivasi dan kebanggaan masyarakat Sumatera Barat, yaitu dilatarbelakangi adanya sidang Komite Nasional Indonesia Daerah Sumatera Barat (KNID Sumbar), semacam lembaga perwakilan rakyat, untuk membentuk kembali Keresidenan Sumatera Barat serta memilih Residen Sumatera Barat.

"Pembentukan Keresidenan Sumatera Barat dipicu enggannya tentara pendudukan Jepang menyerahkan kekuasaan pemerintahan Keresidenan Sumatera Barat kepada Pemerintah Republik Indonesia," ulasnya.

Sejalan dengan Keputusan KNID Sumbar itu, lanjutnya, kemudian dilakukan pengambilalihan kekuasaan pemerintahan keresidenan dari Jepang oleh pemuda- pemudi Sumatera Barat ketika itu, yakni Muhammad Syafei, Dr. M. Jamil, dan Rasuna Said.  

Sekaitan itu, ia berharap, dengan peringatan hari jadi Provinsi Sumatera Barat ini menjadi momentum untuk menguatkan, menjadi aspirasi, inspirasi sekaligus motivasi bagi kemajuan Sumatera Barat.

Selain itu, peringatan hari jadi provinsi sekaligus menjadi momentum berkaca dari masa lalu, dan berpikir untuk masa depan dengan melibatkan seluruh komponen, terutama generasi muda.

"Generasi muda harus adaptif dengan tantangan di tengah kemajuan teknologi yang melaju kencang serta era 4.0," tukasnya serta menghimbau pentingnya hari jadi provinsi terus disosialisasikan. (uki) 

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Florikultura Indonesia 2019 dan Pedatani

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER