Ruang Iklan Anda

16 July 2019

Bupati Yusuf Lubis Tinjau Hari Pertama MPLS, Kegiatan dan Atribut Tak Mendidik Tidak Ditemukan


PASAMAN(GemaMedianet.com— Hari pertama masuk sekolah pada tahun ajaran baru di seluruh jenjang pendidikan dimulai pada Senin (15/7/2019) serentak se Indonesia.

Di hari perdana tersebut, Bupati Pasaman, H. Yusuf Lubis. SH. M.Si beserta rombongan meninjau langsung Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di beberapa Sekolah Tingkat SMP, SMA, SMK di Lubuk Sikaping.

Bupati Pasaman, Yusuf Lubis didampingi PLT Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Pasaman,  Ali Yusri, Kabid Dikdas Ahdi Susanto, Dewan Pendidikan Kab. Pasaman, Kabag Humas Setdakab Pasaman, Devi Alfriani, meninjau langsung MPLS di SMPN 1 Lubuk Sikaping, SMAN 1 Lubuk Sikaping dan terakhir SMKN 1 Lubuk Sikaping.

Selama peninjauan pada sekolah-sekolah tersebut, Yusuf Lubis disambut baik oleh kepala sekolah bersama majelis guru, serta tenaga kependidikan yang ada di sekolah bersangkutan.

Di setiap sekolah yang dikunjungi, Bupati Yusuf Lubis merasa sangat bersyukur dan bahagia sekali, karena pihak sekolah mengadakan MPLS tanpa adanya kegiatan atau atribut yang tidak mendidik.

MPLS ini sangat dibutuhkan sekali, sebagai ajang untuk melatih ketahanan mental, disiplin, dan mempererat tali persaudaraan. MPLS juga sering dipakai sebagai sarana perkenalan siswa terhadap lingkungan baru di sekolah, baik itu perkenalan dengan sesama siswa baru, senior, guru, hingga karyawan lainnya di sekolah itu.

Tak terkecuali pengenalan berbagai macam kegiatan yang ada dan rutin dilaksanakan di lingkungan sekolah, dan tanpa kegiatan maupun atribut yang tidak mendidik.

Kegiatan MPLS dilaksanakan oleh kelompok siswa yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dengan guru sebagai pihak pengawas, asisten dan pemantau kegiatan selama MPLS berlangsung.

Adapun tujuan diadakannya MPLS antara lain memperkenalkan siswa pada lingkungan sekolah yang baru mereka masuki juga seluruh komponen sekolah beserta aturan, norma, budaya, dan tata tertib yang berlaku di dalamnya. Kemudian memperkenalkan siswa pada keorganisasian dan seluruh kegiatan yang ada di sekolah.

Disamping itu mengarahkan siswa dalam memilih kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan bakat mereka. Menanamkan sikap mental, spiritual, budi pekerti yang baik, tanggung jawab, toleransi, dan berbagai nilai positif lain pada diri siswa sebagai implementasi penanaman konsep iman, ilmu, dan amal. (Noel/Humas)

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Florikultura Indonesia 2019 dan Pedatani

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER