11 June 2019

Selama Mei, Inflasi di Kota Padang Tembus 0,86 Persen dan Bukittinggi 0,78 Persen


PADANG(GemaMedianet.com— Selama bulan Mei 2019, Kota Padang mengalami inflasi sebesar 0,86 persen, dan Kota Bukittinggi mengalami inflasi 0,78 persen. Inflasi tersebut menempatkan Kota Padang menduduki urutan ke 13 dari semua kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yang mengalami inflasi di Sumatera, sedangkan Bukittinggi menempati urutan ke 15.

Secara nasional Kota Padang berada di urutan ke 31, sedangkan Kota Bukittinggi menduduki urutan ke 34 dari 81 kota yang mengalami inflasi. 

Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat (BPS Sumbar), Dr. Ir. Sukardi, M.Si dalam press release berita resmi statistik (BRS) yang dilangsungkan di ruang Vicon Lantai II gedung BPS Jalan Khatib Sulaiman Padang, Senin (10/6/2019).

Dijelaskan, perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Mei 2019 secara umum berfluktuasi. Di Kota Padang pada bulan Mei 2019 terjadi inflasi sebesar 0,86 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 140,56 pada bulan April 2019 menjadi 141,77 pada bulan Mei 2019. Laju inflasi tahun kalender Kota Padang sampai Mei 2019 terjadi sebesar 1,43 persen. Sedang laju inflasi year on year (Mei 2019 terhadap Mei 2018) sebesar 2,86 persen. 

Di Kota Bukittinggi pada bulan Mei 2019 mengalami inflasi sebesar 0,78 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 131,51 pada bulan April 2019 menjadi 132,54 pada bulan Mei 2019. Laju inflasi tahun kalender sampai bulan Mei 2019 sebesar 0,52 persen, sedangkan laju inflasi year on year (Mei 2019 terhadap Mei 2018) adalah sebesar 2,98 persen. 

Untuk inflasi di Kota Padang, sebutnya, terjadi karena adanya kenaikan indeks sebagian besar kelompok pengeluaran. Kenaikan terbesar terjadi pada kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 3,06 persen, diikuti kenaikan indeks pada kelompok pengeluaran transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,50 persen.

Sedangkan inflasi di Kota Bukittinggi disebabkan adanya peningkatan indeks sebagian besar kelompok pengeluaran. Kenaikan terbesar terjadi pada kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 2,24 persen diikuti kelompok pengeluaran transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,50 persen. 

Ia juga menyampaikan, komoditas penentu inflasi dan deflasi dari beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga selama bulan Mei 2019 di Kota Padang, antara lain Cabai merah, Angkutan udara, Bawang putih, Pepaya, Udang basah, Ayam hidup, Daging ayam ras, Daging sapi, Jengkol, Jeruk, dan beberapa komoditi lainnya.

Sedangkan peningkatan harga komoditas di Kota Bukittinggi terjadi pada Cabai merah, Kentang, Daging ayam ras, Bawang putih, Jeruk, Belut, Gula pasir, Angkutan antar kota, Laptop/notebook, Petai, dan beberapa komoditi lainnya. 

Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga selama Mei 2019 di Kota Padang diantaranya Batu-bata/Batu tela, makanan ringan/snack, beras, besi beton, seng, minyak goreng, ikan asin belah, kelapa, tomat sayur, tauge/kecambah, dan beberapa komoditi lainnya. 

Sedangkan penurunan harga di Kota Bukittinggi terjadi pada komoditi Ikan Tongkol/Ambu-ambu, Bawang merah, Beras, Minyak goreng, Ikan Tuna, Ikan Kembung/Gembung/Banyar, Sabun cair/ cuci piring, Cumi-cumi, Taucho, dan beberapa komoditi lainnya, urainya. 

Selain Perkembangan Indeks Harga Konsumen/inflasi Sumatera Barat Mei 2019, BPS Sumbar juga merelease tiga materi berita resmi statistik lainnya, yakni Perkembangan Pariwisata dan transportasi April 2019, Perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) dan harga produsen gabah Mei 2019, serta Perkembangan Ekspor Impor April 2019. (uki) 

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

IKLAN

IKLAN

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER