29 June 2019

Pelajari Pengelolaan Sektor Unggulan Pariwisata, Pemkab Tapteng Kunjungi Kota Padang


PADANG(GemaMedianet.com— Pemerintah Kota Padang menerima Kunjungan Kerja Rombongan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatera Utara di Ruang Pertemuan Abu Bakar Ja’ar Balaikota Padang, Aie Pacah, Jumat (28/6/2019) sore.

Kedatangan rombongan yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tapteng Hendri Susanto Lumban Tobing, didampingi Asisten Pemerintahan Antonius Simanjuntak, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Aris Sutrisno, dan Asisten Administrasi Herman Susilo tersebut disambut hangat oleh Walikota Padang yang diwakili Asisten Administrasi Didi Aryadi. 

Kunjungan kerja tersebut dalam rangka pengembangan sektor pariwisata dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2019.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tapteng Hendri Susanto Lumban Tabing di kesempatan itu menyampaikan, maksud dan tujuan kedatangan rombongan untuk menambah wawasan dan bertukar pikiran terkait sektor unggulan pariwisata. 
Ia mengungkapkan, Tapteng belum sepenuhnya mengoptimalkan potensi pariwisatanya, walaupun memiliki garis pantai yang panjang. PAD Tapteng, sebutnya, saat ini sekitar 115 Miliar dengan APBD 1,2 Triliun. 

Hendri berharap, kunjungan kali ini dapat memberikan manfaat khusus kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah. Setidaknya dari aspek aturan yang mengatur sektor pariwisata yang dapat mengikat masyarakat, sektor perdagangan dan bisnis untuk memberikan kontribusi terhadap PAD.

“Semoga silaturrahim kedua kota/kabupaten ini dapat terus terjalin, mengingat Tapteng juga menjadi awal peradaban Islam masuk ke Indonesia yang ditandai dengan adanya Makam Pagar Tinggi dan Makam Mahligai,” tuturnya lagi dengan logat Batak yang kental.

Sementara, Asisten Administrasi Didi Aryadi mengatakan, sektor pariwisata memang menjadi sektor unggulan bagi Kota Padang dalam meningkatkan jumlah PAD. Satu hal yang  menjadi ciri khas pariwisata Padang adalah kearifan lokal yang terus dipertahankan.

“Mungkin bapak ibu akan sulit menemukan tempat-tempat hiburan malam di kota ini, karena memang kami sudah mengaturnya dalam peraturan daerah tertentu. Kearifan lokal tetap kami pertahankan terutama prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Sebab itu pula kami selalu mengikutsertakan peran Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) dalam berbagai kegiatan untuk memajukan pariwisata di Kota Padang,” jelas Didi.

Ia juga menyampaikan, pada tahun 2018 APBD Kota Padang lebih kurang 2,3 Triliun dengan realisasi PAD lebih kurang 500 Miliar. Kemudian tahun 2019 APBD sekitar 2,6 Triliun  dengan target PAD 824 Miliar. Dalam hal ini, sektor pariwisata menjadi penyumbang PAD terbesar melalui pajak hotel dan restoran. 

"Semoga kami dapat mewujudkan Padang sebagai destinasi wisata pesisir yang nyaman, sehingga banyak dikunjungi wisatawan dan otomatis meningkatkan PAD,” tukasnya.

Didi di kesempatan itu didampingi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang Alfiadi, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang Ludi Anwar, Sekretaris BPKAD Kota Padang Alfian dan Kabid dari Bappeda Kota Padang Suhendri Barkah. (rel/bd) 

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

IKLAN

IKLAN

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER